Bandung Barat, (Tabloidpilarpost.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat berkomitmen untuk mensubsidi beras medium bagi ratusan pedagang di Pasar Tradisional yang dikelola oleh pemerintah daerah serta sejumlah Pasar Desa. Langkah ini diambil menyusul keluhan yang disampaikan oleh pedagang dan masyarakat terkait lonjakan harga beras di pasaran.
Arsan Latif, Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, memberikan instruksi untuk langkah tersebut sebagai respons terhadap meningkatnya keluhan dari masyarakat.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Ricky Riyadi, yang menjelaskan bahwa lonjakan harga beras bukan hanya terjadi di KBB saja, melainkan hampir di seluruh kabupaten/kota.
“Waktu normal harga beras medium itu sekitar Rp 11.000 kemudian naik jadi Rp 13.000-14.000. Sekarang itu sudah melonjak hingga Rp 16.000-17.000, bahkan ada yang Rp 18.000,” katanya.
Ia menuturkan, sebetulnya Pj Bupati Bandung Barat sangat respon terhadap keluhan dari masyarakat salah satunya terkait melonjaknya harga beras tersebut.
Berkat arahan langsung dari Arsan Latif lanjut Ricky, Disperindag KBB bisa mendapat bantuan beras dengan kuota yang lebih banyak dibanding sebelumnya. Kali ini, Pemkab Bandung Barat mendapat bantuan beras sebanyak 400 ton dari Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas).
“Alhamdulillah, kita bisa nembus ke Inkoppas. Rencananya Inkoppas mulai minggu depan akan mendrop beras kebutuhan KBB sebesar 400 ton/bulan,” tuturnya.
Bantuan beras dari Inkoppas tersebut akan didistribusikan ke 150 pedagang di Pasar Tradisional yang dikelola oleh Pemkab Bandung Barat dan beberapa pasar desa.
“Untuk mengatasi keluhan mendesak dari masyarakat, sebanyak 10 ton beras akan di-drop khusus untuk pedagang di Pasar Tagog Padalarang pada tanggal 24 Februari,” katanya.
Sebelumnya, Pemkab Bandung Barat telah mensubsidi puluhan pedagang beras di Pasar Tradisional yang dikelola pemerintah daerah dengan masing-masing pedagang mendapat subsidi sebanyak 1 ton/bulan beras dari PT Bulog.
Namun karena stok beras di PT Bulog telah menipis, bantuan beras dari sana berhenti sementara. “Kemarin kan satu pedagang mendapat subsidi 1 ton/bulan, Kalau sekarang pedagang 2 ton/bulan. Dan kemarin kan hanya ke pasar tradisional, kalau sekarang pedagang beras di beberapa pasar desa juga mendapat,” ujarnya.
***Red









