Bandung Barat, (Tabloidpilarpost.com)- Kebingungan terkait polemik bonus atlet Kabupaten Bandung Barat (KBB) peraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar tahun 2023, melanda para pengurus cabang olahraga (cabor).
Kebijakan Pemkab Bandung Barat yang memberikan bonus itu secara bertahap, justru dinilai pengurus cabor (Pengcab) tidak konsisten.
“Dulu bonusnya dikurangi dengan alasan defisit. Sekarang kebijakannya bonus dicicil, karena salah prediksi. Kok mancla-mencle,” kata Ketua Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) KBB, Dedi Suprapto di Padalarang, Rabu (15/3/2023).

Padahal para atlet yang berhasil menyumbang medali tersebut, bisa dibilang mereka sebagai pahlawan.
Seharusnya, keberadaan para pahlawan olahraga ini lebih diperhatikan dengan memberikan bonus yang layak.
Kebijakan Pemkab Bandung Barat yang berubah-ubah tersebut, kata Dedi, memang sudah dirasakan sejak awal. Saat penetapan tuan rumah Porprov 2022, yang semula ada 28 cabor jadi 17 cabor.
Namun tiba-tiba, Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, menyatakan hanya siap 3 cabor jadi tuan rumah di even cukup bergengsi ini.
Namun KONI Jabar melobi agar KBB menjadi tuan rumah 17 cabor, karena Surat Keputusan (SK) Gubernur Jabar tentang penetapan tuan rumah ini kadung dibuat.
Akhirnya, KBB sebagai tuan rumah Porprov 2022 untuk 16 cabor karena 1 cabor pindah ke Bekasi, yakni cabor Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi).

“Apa yang terjadi dengan 16 cabor? Malah tidak bertanggung jawab. Tidak mau memberikan solusi yang terbaik. Hanya ambil 7 cabor dan 9 cabor akhirnya dikorbankan kembali ke KONI Jabar,” papar Dedi.
Diantara 9 cabor tersebut, adalah Perbakin jadi tuan rumah dengan biaya dihandle seluruhnya oleh KONI Jabar.
Waktu itu lanjut Dedi alasan yang digelembungkan Pemkab Bandung Barat adalah devisit. Dan hal itu yang menjadi senjata jika membatasi tuan rumah Porprov, lantaran alasan tersebut.
Beruntung kendati dalam kondisi serba keterbatasan, atlet kebanggaannya berhasil menyumbang 4 medali emas, 5 perak dan 4 perunggu.
Sekaligus sebagai cabor unggulan kedua di KBB, pada even Porprov tersebut.
Dedi juga menceritakan, pada saat itu ada alasan digulirkan akan mengubah kebijakan tentang Peraturan Bupati (Perbub) terkait anggaran yang akan diluncurkan.
“Saya pernah akan gugat terkait perbub yang nominal tentang uang kadeudeuh dengan alasan defisit anggaran,” jelasnya.
Pernyataan terakhir, Dedi mengutip keterangan Sekretaris Dispora KBB, Rahadian yang mengatasnamakan Kepala Dispora, bahwa penganggaran bonus atlet ini salah prediksi.
Kata Dedi, hal itu harus diluruskan pada publik, terkait keterangan yang berubah-ubah tersebut. Hingga saat ini, ia mengaku pengcab belum mendapat penjelasan terkait bakal dicicilnya bonus atlet Porprov tersebut.
Seharusnya, ada penjelasan secara formil kepada atlet, mekanik, pelatih maupun pengcab.
“Justru yang jadi pertanyaan kita saat ini, apa boleh seorang pahlawan dicicil jasanya seperti itu?” tanyanya.
***Red









