Bengkulu, (tabloidpilarpost.com) – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kota Bengkulu mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di Aula Bencoolen BPMP Provinsi Bengkulu, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengenalkan sains, teknologi, teknik, dan matematika kepada anak sejak usia dini melalui pembelajaran yang mengutamakan praktik langsung.
Berbeda dengan pembelajaran yang hanya berfokus pada teori di dalam kelas, pendekatan STEM mendorong siswa untuk berpikir kritis, menganalisis persoalan, serta menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran berbasis STEM dapat menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya untuk membentuk kemampuan analisis dan penerapan ilmu pengetahuan pada anak.
“Luar biasa. Tema atau model STEM ini mengajarkan anak tentang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Inilah sebenarnya yang menjadi modal utama dalam peningkatan pendidikan anak. Selain moralitas yang juga sangat penting, kita harus bisa memacu daya analisis dan kemampuan menerapkan ilmu anak,” ujar Dedy saat diwawancarai, Kamis (5/11/2026).
Salah satu hal yang menarik perhatian Dedy adalah kemampuan para siswa sekolah dasar dalam mempraktikkan pengetahuan yang mereka pelajari.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan cara membuat kompos hingga memanfaatkan teknologi tepat guna untuk menyiram tanaman.
Menurut Dedy, pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman yang lebih nyata bagi anak. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba secara langsung bagaimana ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan sederhana di lingkungan sekitar.
“Bayangkan, anak SD sudah belajar cara membuat kompos, kemudian bisa menyiram tanaman dengan teknologi tepat guna. Ini keren,” ungkapnya.
Pembelajaran berbasis praktik tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kreativitas siswa.
Melalui pendekatan STEM, anak-anak didorong untuk berani mencoba, mengembangkan gagasan, mengamati hasil, serta mencari solusi melalui pendekatan ilmiah.
Pengenalan sains dan teknologi sejak dini juga menjadi kesempatan untuk membangun pola pikir yang tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga pemahaman dan penerapan ilmu pengetahuan.
Apresiasi Wali Kota Bengkulu terhadap kegiatan tersebut menjadi dorongan agar inovasi pembelajaran terus dikembangkan. Pendidikan diharapkan tidak hanya membentuk anak yang memiliki pengetahuan akademis dan moralitas, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi.
![]()







