Trenggalek, (tabloidpilarpost.com) – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, S.E., M.E., mendorong pengembangan 157 desa kreatif di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Gagasan tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia, kekayaan alam, serta ekonomi kreatif agar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Di sela kesibukannya sebagai anggota DPR RI, Novita yang juga menjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek itu menilai daerahnya memiliki banyak talenta kreatif, mulai dari anak-anak, generasi muda hingga masyarakat usia lanjut. Namun, potensi tersebut dinilai belum terhubung secara optimal dengan peluang ekonomi yang tersedia.
Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan para kader PKK di Anjungan Cerdas Bendungan Tugu, Sabtu (31/10/2026).
Novita menyoroti keberadaan sejumlah desa wisata di Trenggalek yang telah dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, promosi destinasi wisata perlu diikuti dengan penguatan ekosistem ekonomi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sekitar.
Ia berharap warga yang tinggal di kawasan desa wisata tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi pelaku sekaligus penggerak perubahan.
“Apakah dengan advertising yang begitu menggelegar di tingkat dunia, berdampak ekonomi yang nyata terhadap masyarakat yang ada di sekitarnya? Maka gerakan integrasi satu sama lain ini harus lebih saya galakkan lagi, agar setiap gerakannya berdampak bagi masyarakat sekitar,” ujar Novita.
Menurutnya, pengembangan desa wisata perlu terhubung dengan berbagai aktivitas ekonomi kreatif, mulai dari produk UMKM, kuliner, jasa kreatif hingga pemanfaatan teknologi digital.
Novita juga mendorong agar pendidikan ekonomi kreatif diperkenalkan sejak dini melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
Sejumlah bidang yang dapat dikembangkan antara lain pembuatan konten digital, memasak, perfilman, fotografi, dan berbagai keterampilan kreatif lainnya.
Menurut Novita, pengenalan keterampilan tersebut dapat membuka wawasan anak mengenai beragam pilihan profesi dan menjadi bekal menghadapi tantangan ekonomi pada masa mendatang.
Ia menilai peluang pekerjaan saat ini tidak terbatas pada profesi aparatur sipil negara maupun pelaku UMKM. Perkembangan ekonomi digital dan industri kreatif turut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan melalui keterampilan yang dimiliki.
“Profesi itu tidak hanya menjadi PNS, profesi itu bukan hanya menjadi pelaku UMKM. Banyak sekali profesi-profesi, seperti sebagai konten kreator, sebagai koki. Banyaklah profesi-profesi yang bisa menghidupi perekonomian keluarga di tengah ekonomi yang sulit ini,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Novita juga mengajak para orang tua agar tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif terhadap anak yang memiliki hobi bermain gim.
Menurutnya, aktivitas bermain gim tidak selalu berdampak buruk apabila diarahkan secara tepat. Dengan pendampingan dan pengembangan keterampilan yang sesuai, minat tersebut berpotensi menjadi pintu masuk untuk mengenal industri gim dan peluang ekonomi digital.
Pesan tersebut sejalan dengan dorongannya agar keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah dapat bekerja sama dalam mengenali serta mengembangkan bakat anak.
Novita menegaskan bahwa Trenggalek memiliki modal awal untuk mengembangkan ekonomi kreatif, yakni talenta masyarakat dan potensi alam yang melimpah. Tantangannya adalah membangun keterhubungan antara potensi tersebut dengan pasar, pendidikan, serta peluang usaha.
“Saya ingin menginisiasi adanya pergerakan ekosistem yang terintegrasi satu sama lain. Saya melihat Kabupaten Trenggalek ini bukan tidak kekurangan generasi-generasi yang kreatif, tangguh dan hebat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengembangan desa kreatif di 157 desa diharapkan tidak berhenti pada pencanangan program, tetapi terhubung dengan sekolah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan potensi wisata setempat.
Novita juga menyoroti persoalan kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, dan potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal. Karena itu, ia berharap kreativitas masyarakat dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Harapan satu-satunya saya, sentuhan kreatif ini menjadi the new engine of economic growth. Modalnya sudah ada, talenta orangnya sudah ada dan alamnya sudah ada. Tinggal digerakkan ini untuk roda yang kita sebut ekonomi kreatif,” tandasnya.
Gagasan pengembangan 157 desa kreatif tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi Trenggalek untuk menghubungkan potensi lokal dengan kegiatan ekonomi yang produktif, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
![]()









