Bantaeng, (tabloidpilarpost.com) – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri kegiatan Chocolate Bonus Celebration 2026 yang digelar di Gudang Pusat Pembelian Biji Kakao PT Kudeungoe Sugata Indonesia, Desa Nipa-Nipa, Kecamatan Pa’jukukang, Rabu (14/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan dari PT Kudeungoe Sugata Indonesia bersama PT Puratos Indonesia kepada petani dan kolektor kakao dari Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai. Bantuan berupa Chocolate Bonus dan Farmer Cash Premium itu bernilai lebih dari Rp609 juta.
Pemberian bonus tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap petani dan kolektor yang berkontribusi dalam menghasilkan serta menjaga kualitas biji kakao sebagai bahan baku industri cokelat.
Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin mengatakan, pengembangan industri kakao di Kabupaten Bantaeng terus didorong melalui kerja sama antara pemerintah daerah, Universitas Hasanuddin (Unhas), dan para petani.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah.
“Alhamdulillah, kerja sama kita dengan Unhas masih berjalan sampai sekarang. Ada lima komoditas yang kita fokuskan untuk pengembangan dan menjaga kualitas hasil petani kita, salah satunya kakao,” kata Bupati.
Ia menilai, pengakuan terhadap kualitas kakao Bantaeng menjadi modal penting bagi petani untuk meningkatkan nilai jual hasil panen. Karena itu, upaya menjaga mutu perlu terus dilakukan agar kakao lokal memiliki daya saing di pasar.
“Alhamdulillah, kakao kita sudah diakui kualitasnya. Ini bukti kualitas petani kita sudah tidak diragukan. Jika mutunya terjamin, insyaallah kesejahteraan para petani juga akan meningkat,” ujarnya.
Bupati menyebutkan, produksi kakao petani Bantaeng rata-rata mencapai sekitar 2.400 ton per tahun. Namun, hasil panen tahun ini mengalami penurunan akibat kemarau panjang.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petani dalam mempertahankan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan. Dukungan berbagai pihak, termasuk pendampingan teknis dan penguatan rantai pemasaran, diharapkan dapat membantu petani menghadapi tantangan tersebut.
Pemberian Chocolate Bonus dan Farmer Cash Premium juga diharapkan menjadi tambahan insentif bagi petani dan kolektor yang berperan dalam menjaga kualitas biji kakao.
Kegiatan Chocolate Bonus Celebration 2026 turut dihadiri perwakilan manajemen PT Puratos Indonesia, Era Susanti, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng Mahyudin, Camat Pa’jukukang, Kepala Desa Nipa-Nipa, serta para petani dan kolektor kakao.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan petani diharapkan terus diperkuat. Tujuannya bukan hanya menjaga mutu kakao, tetapi juga mendorong nilai tambah komoditas perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor tersebut.
![]()









