Malang, (tabloidpilarpost.com) – Guna memastikan pesta rakyat Druju Culture Carnival 2026 berlangsung aman, tertib dan kondusif, Kapolsek Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Iptu Cahyo Wiyono, S.E., memimpin langsung apel kesiapan pengamanan di titik start kegiatan.
Apel gabungan tersebut diikuti personel Polsek Sumbermanjing Wetan, TNI, Dinas Perhubungan, Linmas, panitia penyelenggara serta seluruh peserta yang akan mengikuti gelaran karnaval budaya tersebut.
Dalam apel tersebut, Kapolsek Sumawe menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan harus menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku sekaligus mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Pengamanan menjadi perhatian karena Druju Culture Carnival 2026 diikuti 48 peserta. Banyaknya kelompok yang terlibat diperkirakan membuat pergerakan massa di sepanjang rute parade cukup padat.
Karena itu, pengamanan difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas, pengaturan massa, serta pencegahan berbagai potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Dalam amanatnya, Iptu Cahyo Wiyono mengatakan personel gabungan akan ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan kemacetan maupun pada simpul-simpul utama rute karnaval.
“Kegiatan Druju Culture Carnival 2026 ini melibatkan massa dan peserta yang sangat besar. Oleh karena itu, personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas akan disebar di titik-titik rawan kemacetan serta simpul rute utama.”
Ia juga meminta seluruh peserta dan penonton menaati ketentuan yang telah disepakati dalam rapat koordinasi, termasuk aturan terkait penggunaan pengeras suara.
“Kami menegaskan kepada seluruh penonton dan peserta untuk menjaga ketertiban, mematuhi batasan desibel pengeras suara (sound system), serta tidak membawa senjata tajam atau minuman keras. Hendaknya seluruh peserta mematuhi aturan yang sudah disepakati saat rakor di Polres Malang.”
Kapolsek Sumawe menegaskan bahwa aparat tidak akan membiarkan pihak-pihak yang berupaya memprovokasi atau mengganggu jalannya pesta budaya masyarakat Desa Druju.
Namun, ketegasan tersebut harus tetap dibarengi dengan pendekatan humanis dalam pelaksanaan pengamanan di lapangan.
“Kami akan menindak tegas siapa pun yang mencoba memprovokasi atau mengganggu kekhidmatan pesta budaya warga Druju ini. Tetapi saya meminta kepada seluruh petugas pengamanan agar bertindak dengan cara humanis,” tegas Iptu Cahyo.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pengamanan, mengingat karnaval merupakan kegiatan masyarakat yang melibatkan massa dalam jumlah besar dan berlangsung di ruang publik.
Dukungan terhadap langkah pengamanan juga disampaikan Pemerintah Desa Druju.
Kepala Desa Druju, H. Mujiono, S.Pd., mengapresiasi sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah desa, Dishub, Linmas, panitia dan seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan.
“Atas nama Pemerintah Desa Druju, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolsek Sumawe beserta jajaran Muspika yang memberikan pengawalan penuh. Karnaval ini adalah wajah kreativitas dan kearifan lokal warga kami.”
Ia mengatakan pemerintah desa juga telah mengimbau para kepala dusun serta ketua RT/RW untuk ikut membantu mengondisikan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Mari kita tunjukkan bahwa warga Desa Druju adalah tuan rumah yang ramah, tertib, dan sadar akan keamanan bersama,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua Penyelenggara Druju Culture Carnival 2026, Hariono alias Gombing, memastikan apel pengamanan menjadi momentum penting untuk menyelaraskan seluruh rencana teknis di lapangan.
Menurutnya, kedisiplinan 48 peserta menjadi salah satu kunci utama agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.
“Tahun ini Druju Culture Carnival diikuti oleh 48 tim peserta dengan kreativitas kostum dan kendaraan sound yang luar biasa. Kerja sama teknis di lapangan antara panitia, peserta, dan petugas keamanan dari Polsek, TNI, Dishub hingga Linmas sudah kami matangkan, mulai dari kantong parkir hingga jalur evakuasi darurat.”
Panitia juga meminta seluruh peserta disiplin terhadap waktu dan tetap berada dalam formasi selama mengikuti rute yang telah ditentukan.
“Kami meminta para peserta untuk disiplin waktu dan tetap berada di dalam formasi rute agar acara selesai tepat waktu tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna jalan umum lainnya,” pungkas Hariono.
Dengan kesiapan pengamanan tersebut, Druju Culture Carnival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung hiburan dan pelestarian budaya masyarakat, tetapi juga mampu menjadi contoh penyelenggaraan kegiatan massal yang aman, tertib, damai dan tetap mengedepankan pendekatan humanis di wilayah hukum Sumbermanjing Wetan.
![]()








