Malang, (tabloidpilarpost.com)Sesi uji coba perangkat audio atau check sound menjelang puncak Druju Culture Carnival 2026 berlangsung lancar dan kondusif di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 11 September 2026.
Persiapan teknis pertunjukan audio berdaya besar yang dikenal dengan istilah sound horeg tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Meski demikian, pelaksanaan tetap berada dalam pengawasan ketat aparat gabungan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu ketenteraman warga.
Sejumlah langkah pengamanan dilakukan, mulai dari sterilisasi jalur, pembatasan durasi operasional, hingga pengecekan instalasi daya listrik oleh tim teknis. Seluruh proses berlangsung sesuai koordinasi di area panggung.
Kelancaran pelaksanaan check sound tersebut mendapat apresiasi dari jajaran keamanan wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan serta Pemerintah Desa Druju.
Mewakili jajaran kepolisian, Kapolsek Sumbermanjing Wetan Iptu Cahyo Wiyono, S.E., menegaskan bahwa kondusifnya pelaksanaan check sound tidak terlepas dari kepatuhan panitia terhadap aturan waktu operasional dan ketentuan keamanan lingkungan yang telah disepakati bersama.
“Kami memastikan bahwa seluruh rangkaian pengecekan audio atau check sound pada Jumat kemarin harus berjalan tertib dan tidak mengganggu ketenteraman lingkungan sekitar. Kami dari Polsek Sumbermanjing Wetan bersama jajaran Koramil dan Linmas terus bersiaga mengawal titik-titik keramaian.”
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pencinta audio dan pengunjung yang hadir, agar tidak mudah terprovokasi serta ikut menjaga situasi tetap aman.
“Kami mengimbau kepada seluruh pencinta audio dan penonton yang hadir untuk tetap menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menyukseskan gelaran karnaval budaya ini agar menjadi hiburan yang aman bagi semua warga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Druju, H. Mujiono, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat yang tetap diiringi kesadaran untuk menjaga ketertiban dan menghormati lingkungan sekitar.
Menurutnya, kedisiplinan panitia dan kru panggung dalam mengatur waktu selama sesi check sound menjadi salah satu faktor penting sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib.
“Atas nama Pemerintah Desa Druju, kami mengapresiasi kerja keras panitia lokal dan kru panggung Druju Culture Carnival yang sangat disiplin waktu selama sesi check sound berlangsung. Acara Druju Culture Carnival ini merupakan pesta rakyat kita bersama.”
Ia mengajak masyarakat dan seluruh pengunjung untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum serta kebersihan lingkungan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Oleh karena itu, saya berpesan kepada warga Desa Druju dan seluruh pengunjung untuk menjaga kebersihan desa, memarkir kendaraan di tempat yang aman, serta menghormati arahan petugas di lapangan agar esensi budaya dan hiburan dalam karnaval ini berjalan sukses dari awal hingga akhir,” ungkap H. Mujiono.
Dengan berlangsungnya sesi check sound secara aman dan kondusif, kesiapan Desa Druju untuk menggelar puncak Druju Culture Carnival 2026 pada akhir pekan ini dinilai semakin matang.
Pengamanan, pengaturan teknis, hingga koordinasi antara panitia, pemerintah desa dan aparat diharapkan terus dipertahankan agar pesta budaya tersebut dapat berlangsung meriah tanpa mengesampingkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat.
![]()









