Surabaya, (tabloidpilarpost.com) – Keterbatasan tempat tidak menyurutkan semangat warga untuk terus menjaga kegiatan keagamaan dan silaturahmi. Kelompok Pengajian Al-Hidayah, warga Jalan Tengger Raya, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya, rutin menggelar pengajian secara bergiliran di rumah para anggota.
Meski pelaksanaannya berlangsung di lingkungan sederhana, termasuk di gang-gang kecil permukiman warga, para jamaah tetap antusias mengikuti kegiatan. Pengajian rutin tersebut digelar setiap Kamis malam Jumat secara bergiliran di antara anggota kelompok.
Pada Kamis (13/8/2026), giliran menjadi tuan rumah adalah Mbak Ida, sapaan akrab salah satu anggota jamaah. Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.30 WIB dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Bagi para jamaah, pengajian bukan sekadar kegiatan ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga kerukunan antarwarga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Jamaah kemudian melanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan doa tahlil yang ditujukan bagi keluarga maupun orang-orang yang telah lebih dahulu meninggal dunia.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Para jamaah mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib hingga selesai.
Ketua Pengajian Al-Hidayah, Anggraini, dalam kesempatan tersebut juga memberikan nasihat kepada para jamaah agar senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan, kelancaran rezeki, serta segala karunia yang diberikan Allah SWT.
Menurutnya, kehidupan tidak selalu berjalan dalam kondisi mudah. Namun, berbagai persoalan yang dihadapi hendaknya menjadi pengingat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam nasihatnya, Anggraini mengingatkan jamaah agar tidak mudah kehilangan keyakinan ketika menghadapi kondisi ekonomi yang sedang tidak mudah.
Menurutnya, berbagai kesulitan dalam kehidupan harus dihadapi dengan kesabaran, rasa syukur, serta keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kondisi ekonomi yang terkadang terasa berat bukan alasan untuk meninggalkan kebersamaan dan kegiatan keagamaan. Sebaliknya, hal tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat rasa percaya dan berserah diri kepada Sang Pencipta.
Semangat tersebut menjadi salah satu alasan Pengajian Al-Hidayah terus dipertahankan secara rutin dari rumah ke rumah.
Menjelang berakhirnya kegiatan, para jamaah bersama-sama melantunkan Sholawat Nabi Muhammad SAW.
Suasana penuh keakraban terlihat hingga kegiatan selesai. Sebelum jamaah membubarkan diri, panitia juga mengumumkan anggota yang akan mendapatkan giliran menjadi tuan rumah pada pengajian pekan berikutnya.
Kegiatan rutin tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan tempat dan kondisi lingkungan bukan penghalang bagi masyarakat untuk menjaga nilai-nilai keimanan, ketakwaan, persaudaraan, dan silaturahmi.
Bagi jamaah Al-Hidayah, pengajian sederhana yang dilakukan dari rumah ke rumah justru menjadi ruang untuk saling menguatkan dan menjaga kerukunan warga di tengah kehidupan bermasyarakat.









