Bandung Barat, (tabloidpilarpost.com) – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya untuk memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS), PLN tidak hanya menghadirkan pembangkit yang akan memperkuat sistem kelistrikan nasional, tetapi juga mendorong pembangunan infrastruktur publik dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah proyek.
PLTA Upper Cisokan Pumped Storage merupakan pembangkit pumped storage pertama di Indonesia dan kedua di kawasan ASEAN. Pembangkit ini akan berfungsi sebagai _energy storage_ yang mampu merespons perubahan beban sistem kelistrikan secara cepat, mendukung integrasi pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) yang bersifat intermiten, sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Keberadaan PLTA Upper Cisokan juga menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung transisi energi nasional. Proyek ini diproyeksikan mampu meningkatkan bauran energi baru terbarukan sekitar 0,56 persen serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi hingga 7,3 juta ton COâ‚‚e, sehingga memperkuat langkah Indonesia menuju target _Net Zero Emission_ 2060. Hingga saat ini, progres pembangunan proyek telah mencapai 16,61 persen.
Proyek PLTA Upper Cisokan dibangun di kawasan yang membentang di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, PLN meyakini bahwa keberhasilan proyek strategis nasional tidak hanya diukur dari kemajuan konstruksi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitar proyek. Atas dasar komitmen tersebut, PLN secara konsisten menghadirkan berbagai program pembangunan infrastruktur dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah bagi daerah.
Di Kabupaten Bandung Barat, PLN telah merealisasikan pembangunan 133,1 kilometer akses jalan yang mendukung konektivitas masyarakat sekaligus memperlancar mobilitas wilayah. Selain itu, PLN juga membangun 18 fasilitas publik yang meliputi sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, serta bangunan pemberdayaan masyarakat. Dukungan lainnya diwujudkan melalui pembangunan 1 infrastruktur irigasi dan 1 bantuan infrastruktur kebencanaan. Secara keseluruhan, nilai bantuan infrastruktur yang telah direalisasikan di Kabupaten Bandung Barat mencapai sekitar Rp174 miliar.
Sementara itu, di Kabupaten Cianjur, PLN telah merealisasikan pembangunan 34,2 kilometer akses jalan, 5 fasilitas publik yang mencakup sarana pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat, serta 1 infrastruktur irigasi dan 1 bantuan infrastruktur kebencanaan. Nilai bantuan infrastruktur yang telah direalisasikan mencapai sekitar Rp111 miliar.
Komitmen PLN tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik. Sepanjang periode 2021–2025, PLN telah melaksanakan 15 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan total nilai mencapai Rp2,7 miliar. Program-program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga peningkatan kapasitas masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan bahwa pembangunan PLTA Upper Cisokan dirancang untuk menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh sistem kelistrikan nasional, tetapi juga oleh masyarakat yang hidup berdampingan dengan proyek tersebut.
“PLTA Upper Cisokan merupakan investasi strategis bagi masa depan energi Indonesia. Namun bagi PLN, keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari beroperasinya pembangkit, melainkan juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur publik, fasilitas sosial, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan proyek ini,” ujar Kishartanto.
Lebih lanjut, Kishartanto menegaskan bahwa pembangunan PLTA Upper Cisokan merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, menghadirkan energi bersih dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan proyek strategis nasional harus mampu menjadi penggerak bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah proyek.
“Kami percaya bahwa keberhasilan transisi energi harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap tahapan pembangunan PLTA Upper Cisokan kami upayakan mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, baik melalui peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, maupun penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Kishartanto.
Sementara itu, Manager PLN UPP Jawa Bagian Tengah 1, Nugroho Budi Sulaksono, menambahkan bahwa pembangunan yang dilakukan PLN selalu mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar manfaat proyek dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan kehadiran PLTA Upper Cisokan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat sekitar. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya mendukung kelancaran pembangunan proyek, tetapi juga meningkatkan konektivitas wilayah, mempermudah aktivitas masyarakat, serta membuka peluang bagi tumbuhnya perekonomian daerah. Inilah wujud komitmen PLN untuk bertumbuh bersama masyarakat,” ungkap Nugroho.
Melalui pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage, PLN menegaskan bahwa transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang andal dan rendah emisi, tetapi juga melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui semangat tersebut, PLN senantiasa memastikan setiap proyek strategis nasional menjadi penggerak pertumbuhan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung terwujudnya masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan. (ADV)
![]()









