Surabaya, (tabloidpilarpost.com) – Niat memperbaiki rumah demi memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi ketiga anaknya justru berujung musibah. Budi Suroso, seorang pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya, mengalami kecelakaan saat merenovasi rumahnya secara mandiri pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 13.12 WIB.
Budi diketahui baru saja kehilangan istrinya. Sejak kepergian sang istri, ia tinggal bersama tiga putra-putrinya di sebuah rumah yang kondisinya dinilai kurang layak huni dan membutuhkan perbaikan.
Keterbatasan ekonomi membuat Budi mengurungkan niat menggunakan jasa tukang bangunan. Dengan penghasilan sebagai driver ojol yang tidak menentu, ia memutuskan melakukan renovasi sendiri dibantu putra laki-lakinya, Rendy, anak ketiga dari tiga bersaudara.
Renovasi dimulai secara bertahap. Budi dan Rendy mengangkut barang-barang dari dalam rumah untuk dititipkan ke rumah tetangga sebelum proses pembongkaran dilakukan.
Saat membersihkan bagian atas rumah dan membongkar plafon, Budi naik ke atas plafon tanpa menyadari kondisi pijakan yang rapuh. Tiba-tiba plafon pecah sehingga tubuhnya terjatuh dari ketinggian.
Peristiwa itu terjadi ketika sebagian besar warga sekitar sedang beraktivitas di luar rumah, sehingga lokasi dalam keadaan relatif sepi.
Beruntung, seorang tetangga bernama Sikin yang rumahnya berada tepat di sebelah lokasi mendengar suara keras dan melihat Budi terjatuh. Sikin langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga.
Teriakan tersebut mengundang perhatian sejumlah tetangga, di antaranya Andri, yang segera datang memberikan bantuan. Bersama warga lainnya, mereka membawa Budi ke Rumah Sakit BDH Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Awalnya keluarga dan warga khawatir korban mengalami patah tulang atau cedera serius akibat benturan keras saat jatuh.
Setelah menjalani pemeriksaan dan rontgen, dokter menyatakan tidak ditemukan patah tulang. Namun Budi mengalami luka yang harus mendapatkan tindakan penjahitan serta memar di beberapa bagian tubuh akibat benturan.
Dokter memberikan pengobatan sesuai hasil pemeriksaan dan memperbolehkan Budi pulang untuk menjalani rawat jalan dengan syarat melakukan kontrol secara berkala hingga dinyatakan pulih sepenuhnya.
Musibah yang dialami Budi menjadi pengingat bahwa pekerjaan renovasi rumah memiliki risiko tinggi, terlebih jika dilakukan tanpa peralatan keselamatan maupun tenaga yang berpengalaman. Di balik keterbatasan ekonomi, semangat seorang ayah untuk menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi anak-anaknya justru harus dibayar dengan kecelakaan yang tidak diharapkan.









