Surabaya, (tabloidpilarpost.com) Ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Surabaya dan sekitarnya antusias mengikuti program Free Factory Visit yang diselenggarakan oleh Yakult Indonesia, Jumat (19/06/2026). Kegiatan edukatif ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat secara langsung proses produksi minuman probiotik Yakult di pabrik Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur.
Sejak siang hari, para peserta telah memadati titik kumpul di kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya, tepatnya di depan Kantor Kementerian Agama (Depag). Pemberangkatan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB dengan menggunakan dua unit bus yang disediakan secara gratis oleh pihak perusahaan.
Tidak hanya mendapatkan fasilitas transportasi, peserta juga disuguhi berbagai hiburan selama perjalanan menuju lokasi. Minuman Yakult dibagikan secara cuma-cuma, ditambah alunan musik dan fasilitas karaoke yang membuat suasana perjalanan semakin meriah.
“Perjalanannya sangat menyenangkan, kami tidak hanya berwisata tetapi juga mendapat banyak ilmu tentang kesehatan,” ujar Diah, peserta asal Surabaya Barat.
Setibanya di pabrik, para peserta disambut hangat oleh pihak perusahaan. Sebelum memasuki ruang edukasi, peserta terlebih dahulu mengisi buku tamu dan menerima berbagai sampel produk Yakult, mulai dari varian Original, Light, Stroberi hingga Mangga secara gratis.
Dalam sesi pemaparan, narasumber dari Yakult, Reza, menjelaskan sejarah panjang perjalanan Yakult yang berawal dari penemuan bakteri baik Lactobacillus casei Shirota strain oleh Dr. Minoru Shirota pada tahun 1930 di Jepang.
Yakult sendiri resmi diperkenalkan sebagai minuman probiotik pertama di Jepang pada tahun 1935 dan terus berkembang hingga melakukan ekspansi ke berbagai negara, termasuk Indonesia pada tahun 1991 dengan berdirinya pabrik pertama di Pasar Rebo, Jakarta.
Saat ini, Yakult telah memiliki 113 kantor pemasaran di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 10 juta botol per hari.
“Yakult dapat dikonsumsi mulai dari balita hingga lansia. Namun, sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan makanan atau minuman panas,” jelas Reza.
Usai sesi materi dan tanya jawab, peserta diajak berkeliling area produksi untuk melihat secara langsung setiap tahapan pembuatan Yakult, mulai dari proses fermentasi, pengemasan hingga distribusi yang seluruhnya dilakukan dengan standar higienitas tinggi.
Selain memperkenalkan produknya, perusahaan juga terus aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial dan edukasi kesehatan bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta karena tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menambah wawasan tentang pentingnya menjaga kesehatan pencernaan.
Dengan mengusung filosofi “Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati”, Yakult berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat sejak dini.









