Bantaeng, (tabloidpilarpost.com) – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, mengundang perwakilan sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang tergabung dalam Aliansi Appakatau untuk berdialog langsung di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, Rabu sore (3/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam membuka ruang komunikasi dan menerima berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa dan pemuda.
Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin menyampaikan apresiasi kepada seluruh perwakilan Aliansi Appakatau yang telah hadir untuk berdiskusi secara terbuka.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menemui massa saat aksi unjuk rasa yang digelar beberapa waktu lalu di Kantor Bupati Bantaeng.
“Saya memberikan apresiasi kepada teman-teman yang hadir berdiskusi bersama hari ini. Terkait dua aksi sebelumnya, saya memang tidak berada di Bantaeng. Pertama karena menghadiri undangan Kementerian Dalam Negeri di Kendari, dan kedua karena menerima penghargaan opini WTP dari BPK di Makassar,” ujar Uji Nurdin.
Pada kesempatan tersebut, Uji Nurdin turut menyesalkan terjadinya bentrokan yang mewarnai aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. Menurutnya, situasi seperti itu tidak menguntungkan siapa pun dan justru dapat memberikan citra negatif bagi Kabupaten Bantaeng.
“Saya sangat menyesalkan adanya bentrokan kemarin. Kalau terjadi bentrokan, yang paling pusing tentu saya karena Bantaeng menjadi sorotan. Saya juga ingin menegaskan bahwa isu yang menyebut bupati menyiapkan massa tandingan saat demonstrasi adalah fitnah dan sama sekali tidak benar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Uji Nurdin menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara dan bentuk nyata pelaksanaan demokrasi yang harus dihormati.
Menurutnya, setiap aksi yang dilakukan masyarakat maupun mahasiswa pada dasarnya membawa aspirasi publik yang penting bagi pemerintah dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya sangat menghargai setiap aksi yang dilakukan. Karena saya yakin teman-teman membawa aspirasi masyarakat. Itu sangat penting bagi kami dalam menjalankan amanah rakyat. Oleh karena itu, kami selalu membuka ruang dialog dan diskusi untuk menerima berbagai masukan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantaeng, Andi Irvandi Langgara, mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk nyata keterbukaan Pemerintah Kabupaten Bantaeng terhadap kritik dan aspirasi masyarakat.
“Bapak Bupati menegaskan bahwa beliau sangat terbuka terhadap kritik dan aspirasi, baik dari mahasiswa maupun masyarakat. Karena itu, ruang dialog dan diskusi akan selalu disiapkan sebagai sarana penyampaian aspirasi yang lebih efektif dan konstruktif,” ujarnya.
Irvandi menambahkan, ke depan pemerintah daerah akan terus memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Apabila Bupati berhalangan hadir, maka pejabat terkait akan ditugaskan untuk menerima dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.
“Ke depan, jika ada aspirasi yang ingin disampaikan, pemerintah daerah siap membuka ruang diskusi. Jika Bapak Bupati tidak dapat hadir, akan ada pejabat terkait yang mewakili. Dengan cara ini, solusi dapat dicari bersama secara lebih terbuka dan kondusif,” tambahnya.
Dalam dialog tersebut, Bupati Bantaeng juga menghadirkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan penjelasan langsung terkait berbagai isu yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk persoalan infrastruktur.
Salah satunya adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bantaeng, Syahriani, yang memberikan penjelasan mengenai kondisi pembangunan infrastruktur daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Kita memahami bersama bahwa kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat cukup berdampak terhadap pembangunan daerah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Bantaeng tetap berkomitmen memperjuangkan berbagai program pembangunan melalui dukungan dan bantuan dari pemerintah pusat,” jelas Irvandi.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, sehingga berbagai persoalan daerah dapat diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan semangat kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Bantaeng.









