Malang, (Tabloidpilarpost.com) – Pengamanan kegiatan hiburan kesenian Bantengan Mberot dalam rangkaian Kanigoro Festival 2026 berlangsung aman dan kondusif. Acara tersebut digelar di Lapangan Olahraga Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, pada Sabtu (17/04/2026).
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Pagelaran AKP Umarji, S.H., bersama jajaran kepolisian serta didukung oleh Danramil Pagelaran Kapten Inf. Supi’i, perangkat Desa Kanigoro, Trantib Kecamatan Pagelaran, tim kesehatan, Linmas, dan panitia penyelenggara yang diketuai Adit. Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman dan tertib.
Ketua panitia, Adit, menyampaikan bahwa kesenian Bantengan “Sukmo Seto” dari Desa Kanigoro menjadi salah satu penampilan utama yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kanigoro Festival 2026 yang dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu (18/04/2026) dan Minggu (19/04/2026).
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, khususnya pada penampilan kesenian Mberot di hari pertama. Kami berharap hingga hari kedua seluruh rangkaian acara tetap berjalan lancar,” ujar Adit.
Sementara itu, Kapolsek Pagelaran AKP Umarji, S.H. menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan bersama unsur terkait merupakan bentuk komitmen dalam menciptakan situasi yang kondusif selama berlangsungnya festival.
“Kami bersama lintas sektor melakukan pengamanan agar kegiatan berjalan aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Alhamdulillah, hari pertama berjalan tertib dan sukses. Semoga di hari kedua hingga penutupan juga tetap lancar,” ungkapnya saat ditemui di lokasi pada Minggu (19/04/2026).
Atraksi kesenian Mberot menampilkan beragam pertunjukan budaya, mulai dari tarian Barongan, Barongsai, hingga puncaknya kesenian Bantengan Mberot. Penampilan tersebut berhasil menghibur warga Desa Kanigoro dan sekitarnya serta menjadi daya tarik utama dalam Kanigoro Festival 2026.
Dengan pengamanan yang maksimal dan partisipasi aktif masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai upaya pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan warga.









