Malang, (tabloidpilarpost.com) – Aktivitas alat berat kini menjadi pemandangan rutin di sepanjang ruas jalan Gondanglegi hingga Simpang Balekambang, Kabupaten Malang. Proyek strategis nasional yang tengah dikerjakan oleh kontraktor pelaksana Konsorsium Jaya Konstruksi – Sarana – Modern JO ini terus dikebut guna meningkatkan kualitas jalan dari status jalan kabupaten menjadi jalan nasional dengan standar infrastruktur yang lebih baik.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas menuju kawasan pesisir Malang Selatan, tim pelaksana proyek secara intensif melakukan perataan dan pelebaran badan jalan. Tanah di sepanjang sisi jalan yang sebelumnya terbatas kini diratakan menggunakan alat berat seperti excavator dan motor grader untuk memperlebar ruas jalan dari semula 8 meter menjadi 11 meter.
Seperti terlihat di salah satu ruas di Desa Swaru, aktivitas pembangunan terus dilakukan oleh PT Jakon dengan meratakan tanah dan membersihkan material di sekitar jalan. Langkah ini juga dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya arus mudik masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Proses perataan tanah menjadi bagian penting dalam tahapan pembangunan Lot 16A (Gondanglegi–Wonokerto) dan Lot 16B (Wonokerto–Balekambang). Alat berat bekerja melakukan pembentukan tanah dasar (subgrade), memotong kontur yang tidak rata, serta memadatkan tanah agar mencapai tingkat kekuatan yang sesuai dengan standar konstruksi jalan nasional.
Untuk memastikan pondasi jalan kuat dan mampu menahan beban kendaraan berat, alat pemadat seperti vibro roller dioperasikan secara intensif di lokasi proyek. Jalur ini nantinya diproyeksikan menjadi jalur utama logistik sekaligus akses wisata menuju sejumlah pantai di Malang Selatan seperti Pantai Balekambang, Ngliyep, dan Sendang Biru.
Selain perataan tanah, pembangunan juga mencakup pemasangan sistem drainase yang dilakukan secara paralel dengan pengerjaan badan jalan. Tim konstruksi menggunakan box culvert sebagai saluran air guna mencegah kerusakan jalan akibat genangan dan aliran air saat musim hujan.
Meski sempat terkendala proses pembebasan lahan dan faktor cuaca, pengerjaan proyek saat ini terus dipacu agar dapat selesai sesuai target pada akhir tahun 2026. Infrastruktur jalan yang lebih lebar, rata, dan aman diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan pada Jumat (13/03/2026) menunjukkan alat berat masih aktif meratakan badan jalan sekaligus membersihkan material di sekitar proyek. Hal ini dilakukan untuk memastikan jalur tetap aman dilalui pengendara, mengingat arus kendaraan diperkirakan akan meningkat menjelang Idul Fitri.
Perwakilan pelaksana proyek dari PT Jakon, Santur, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kami mohon maaf apabila proyek ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Saat ini pekerjaan masih dalam tahap pengerjaan dan terdapat beberapa kendala seperti cuaca hujan serta pembebasan lahan yang belum sepenuhnya selesai. Kami juga mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintas karena kondisi jalan masih dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Proyek pembangunan jalan nasional ini diharapkan tidak hanya mempercepat waktu tempuh menuju kawasan wisata pesisir selatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Malang Selatan melalui dukungan infrastruktur yang lebih modern dan berkelanjutan.









