Lebak, (Tabloidpilarpost.com)- Dalam momentum Hari Santri Nasional 2025, Forum Warga Bersatu Banten (FORWATU Banten) bersama Karang Taruna Kecamatan Rangkasbitung menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga pemilik rumah tidak layak huni di Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Aksi sosial ini menjadi sorotan publik setelah viralnya kondisi rumah Fatmawati, warga Kampung Pasir Ranji RT 02/05, yang tinggal di rumah semi permanen yang sudah tidak layak huni.
Ketua FORWATU Banten bersama jajarannya serta Ketua Karang Taruna Kecamatan Rangkasbitung yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum FORWATU Banten, turun langsung ke lokasi. Mereka didampingi oleh Bang Halim, perwakilan desa, serta Ketua RT 02/05 yang ikut menyaksikan secara langsung kondisi rumah tersebut, Rabu (22/10/2025).
FORWATU BANTEN: Bergerak dengan Hati, Peduli Sesama
Arwan, M.Si, selaku Presidium FORWATU Banten, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas masih adanya warga yang belum memiliki rumah layak huni, bahkan belum memiliki dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP.
“Ini sangat disayangkan. Kemana perhatian pemerintah selama ini? Kita harus bersama-sama membantu masyarakat seperti ini yang benar-benar membutuhkan uluran tangan — baik dari para donatur, pemangku kebijakan, pejabat, maupun anggota DPRD kabupaten dan provinsi,” ungkap Arwan dengan nada haru.
Ia juga menambahkan bahwa FORWATU Banten siap menjadi mitra pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kecil.
“Mari kita ajukan kepada pemerintah agar warga seperti Ibu Fatmawati mendapatkan bantuan rumah layak huni (RLH) serta program kesejahteraan dari dinas sosial,” jelasnya.
Menurut Arwan, FORWATU Banten akan terus berupaya membantu pemerintah dalam berbagai bentuk kegiatan sosial, termasuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu.
Sementara itu, Aris Riswanto, Ketua Karang Taruna Kecamatan Rangkasbitung yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum FORWATU Banten, turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi rumah warga yang tidak layak ditempati, terlebih berada di wilayah ibu kota Kabupaten Lebak.
“Saya sangat prihatin, masih ada rumah yang tidak layak huni di Kecamatan Rangkasbitung, yang notabene merupakan ibu kota Kabupaten Lebak,” tutur Aris.
Ia menegaskan bahwa sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk membantu warga yang membutuhkan.
“Kita wajib membantu agar Ibu Fatmawati dapat tinggal di rumah yang nyaman dan tidak khawatir ketika hujan turun. Kepada para OPD di Lebak — seperti Dinsos, Perkim, Baznas, Kecamatan, dan para pemangku kebijakan — mari bersama-sama kita wujudkan pembangunan rumah Ibu Fatmawati agar bisa ditempati dengan layak dan aman,” harapnya.
Sementara itu, Fatmawati, pemilik rumah tidak layak huni, tampak terharu menerima bantuan berupa paket sembako dan santunan dari FORWATU Banten dan Karang Taruna Rangkasbitung.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga amal ibadah Bapak-Bapak dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT. Amin,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Momentum Hari Santri tahun ini menjadi pengingat bahwa semangat keagamaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah dan doa, tetapi juga melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
Gerakan sosial yang dilakukan FORWATU Banten dan Karang Taruna Rangkasbitung menjadi contoh nyata bahwa kepedulian dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
“Menjadi santri sejati bukan hanya tentang mengaji, tetapi juga tentang peduli dan berbagi untuk sesama.”
![]()









