Jakarta,(tabloidpilarpost.com) – Upaya membangun sistem kesehatan yang lebih adil dan berpihak kepada rakyat kembali mendapat perhatian serius. Melalui peluncuran IHDC Model 2025 di Jakarta, para pakar kesehatan menegaskan perlunya transformasi mendasar dalam pelayanan kesehatan di Indonesia agar selaras dengan nilai keadilan sosial dan Pancasila. (20/08/2025).
Peluncuran ini dihadiri oleh akademisi, praktisi kesehatan, serta perwakilan masyarakat sipil. Dalam laporan berjudul “Reinterpretasi Ideologi Kesehatan: IHDC Model 2025”, ditegaskan bahwa sistem kesehatan tidak boleh hanya berfokus pada aspek medis dan teknologi, tetapi juga harus mengutamakan nilai kemanusiaan, pemerataan akses, dan kedaulatan rakyat.
Sejumlah pembicara menyoroti masalah ketimpangan akses layanan kesehatan di berbagai daerah. Meski pemerintah telah meningkatkan fasilitas, masih banyak masyarakat di pelosok yang kesulitan memperoleh layanan dasar. IHDC Model 2025 diharapkan menjadi panduan dalam merancang kebijakan yang lebih inklusif, dengan menekankan pelayanan kesehatan preventif, promotif, serta keberpihakan kepada kelompok rentan.
“Transformasi kesehatan bukan sekadar menambah rumah sakit atau alat canggih, melainkan memastikan seluruh rakyat Indonesia merasakan manfaat yang sama tanpa terkecuali. Model ini mencoba menghadirkan kerangka yang lebih berpihak pada keadilan sosial,” ujar salah satu penyusun laporan.
Selain itu, konsep IHDC Model 2025 menekankan integrasi antara pendekatan ilmiah dan nilai kebangsaan, termasuk gotong royong sebagai basis penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Dengan diluncurkannya model ini, para penggagas berharap pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat bersinergi untuk membangun sistem kesehatan nasional yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga adil, merata, dan berkelanjutan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
![]()









