Bali, (tabloidpilarpost.com) – Kebanggaan menyelimuti masyarakat Provinsi Riau. Wahyu Trinanda Puteri berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih gelar Duta Pariwisata Indonesia Budaya 2026 dalam ajang Grand Final Duta Pariwisata Indonesia yang berlangsung di Gedung Wisnu Kencana, Bali, pada 4–8 November 2026.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Riau di tengah persaingan peserta dari 37 provinsi di seluruh Indonesia. Para finalis tampil membawa kekayaan budaya, potensi pariwisata, serta keunggulan daerah masing-masing di hadapan dewan juri.
Dalam rangkaian penilaian, setiap peserta mempresentasikan destinasi unggulan daerahnya melalui tayangan video berdurasi lima menit. Ajang ini menjadi ruang bagi para generasi muda untuk memperkenalkan potensi pariwisata sekaligus kearifan lokal dari daerah asal mereka.
Persaingan berlangsung ketat. Seluruh peserta grand final dinilai menampilkan kemampuan dan kualitas yang membanggakan.
“Persaingan sangat ketat. Dewan juri mengakui pemilihan kali ini terasa sangat sulit karena seluruh 37 peserta grand final menampilkan kualitas yang luar biasa. Semuanya tampil terbaik,” ujar salah satu juri.
Setelah melalui proses penilaian, dewan juri akhirnya menetapkan Wahyu Trinanda Puteri dari Riau bersama putra perwakilan Bali sebagai pemenang dalam kategori Duta Pariwisata Indonesia Budaya 2026.
Usai menerima gelar tersebut, Wahyu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama perjalanan hingga mencapai grand final.
Dengan penuh haru, ia menyebut sejumlah tokoh dan pihak yang turut memberikan dukungan, mulai dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan, unsur legislatif, jajaran kepolisian, hingga berbagai perusahaan dan masyarakat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya yang tak bisa saya sebutkan satu per satu. Terima kasih kepada Bapak Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, S.M., M.M., Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H., Ketua DPRD Pelalawan H. Syafizal, S.E., Kepala Dinas Pariwisata Pelalawan Dodi Asma Putra, Mantan Kapolres Pelalawan AKBP John Lois Letadara, S.I.K., serta Kapolres Pelalawan yang baru AKBP Akhmad Nur, S.I.K.,” ucap Wahyu.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada PT Musim Mas, PT Cakra Alam Sejati (CAS), Kepala Desa Pulau Gadang Syopian, S.H., M.H. (Datuk Majo Sati), Kepala Desa Koto Mesjid Ali Hanafiah, Anga Fitur, Kak Upit Puncak Kobe, seluruh keluarga besar, serta sosok yang secara khusus ia sebut, Ayah Dien Puga.
Bagi Wahyu, gelar yang diraihnya bukan sekadar penghargaan pribadi. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap potensi wisata, budaya, dan lingkungan di Provinsi Riau.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk membangun kerja sama lebih erat dalam mengembangkan destinasi wisata desa serta menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Ini yang bisa saya persembahkan untuk Riau. Saya berharap ke depannya pemerintah daerah dan dinas terkait di Riau dapat bekerja sama lebih erat dalam melestarikan lingkungan, budaya, dan destinasi wisata desa. Mari ciptakan acara-acara yang bermanfaat untuk masa depan objek wisata desa kita. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?” pesan Wahyu.
Keberhasilan Wahyu menjadi Duta Pariwisata Indonesia Budaya 2026 memperlihatkan bahwa potensi daerah dapat diperkenalkan melalui kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kepedulian generasi muda terhadap kekayaan budaya.
Prestasi ini sekaligus menjadi harapan agar promosi pariwisata tidak hanya berorientasi pada pengenalan destinasi, tetapi juga mendorong pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi desa.
Wahyu pun kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangannya hingga berhasil membawa gelar tersebut untuk Provinsi Riau.









