Bantaeng, (tabloidpilarpost.com) – Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin, menghadiri sekaligus membuka seminar kesehatan dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), di Gedung Balai Kartini, Kabupaten Bantaeng, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan bertema “Perempuan Sehat, Masa Depan Hebat: Kenali Kesehatan Reproduksi dan Cegah Kanker Serviks Sejak Dini” tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan deteksi dini kanker serviks.
Program ini terlaksana melalui kolaborasi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, dan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Bantaeng.
Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia secara khusus mengapresiasi jajaran RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng, para dokter spesialis Obgyn Fakultas Kedokteran Unhas, Yayasan Kanker Indonesia, BPJS Kesehatan, serta organisasi perempuan di Kabupaten Bantaeng.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diperlukan untuk membantu mengidentifikasi serta menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan perempuan.
“Kami memang membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari Universitas Hasanuddin untuk membantu mengidentifikasi berbagai faktor penyebab permasalahan kesehatan ibu hamil, sehingga langkah penanganan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan secara berkala.
Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Unhas, Prof. Dr. dr. Sahrul Rauf, menyampaikan bahwa pihaknya menerjunkan 25 dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, yang sebagian besar merupakan konsultan, serta 66 dokter residen untuk mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Bantaeng.
Keterlibatan tenaga medis tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Selain seminar dan penyuluhan, kegiatan juga menghadirkan pelayanan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk skrining kehamilan bagi 30 peserta serta pemeriksaan Pap smear gratis bagi 300 peserta, dengan dukungan BPJS Kesehatan.
Pap smear merupakan salah satu metode skrining untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Melalui pemeriksaan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya deteksi dini dan tindak lanjut medis sesuai hasil pemeriksaan.
Sementara itu, layanan USG diharapkan membantu pemeriksaan kondisi kehamilan sesuai kebutuhan medis peserta.
Penyelenggaraan seminar dan pelayanan pemeriksaan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan layanan kesehatan reproduksi.
Edukasi mengenai kesehatan reproduksi dinilai penting agar perempuan dapat mengenali faktor risiko, memahami manfaat skrining, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kegiatan ini juga memperkuat peran pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Muhammad Tafsir; Sekretaris Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi FK Unhas, Dr. dr. Imam Ahmadi Farid; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. H. Andi Ihsan; Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng, dr. Yusri Lisangan; Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Bantaeng; para ketua organisasi perempuan se-Kabupaten Bantaeng; serta civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak perempuan yang memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan memanfaatkan layanan skrining sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.









