Bantaeng, (tabloidpilarpost.com) – Suasana penuh khidmat menyelimuti Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Aksi, Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bantaeng Muh. Fathul Fauzy Nurdin bersama sejumlah tokoh agama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat dan keluarga besar Ponpes Modern Al-Aksi.
Turut hadir Ust. Solmed didampingi April Jasmin, Ust. Agus Idwar, Ust. Arifin, Kabag Log Polres Bantaeng Kompol Supriyadi mewakili Kapolres Bantaeng, Kasi Intel Kejari Bantaeng Akhmad Putra Dwi mewakili Kajari Bantaeng, Danramil 1410-02/Eremerasa Kapten Inf Jufri mewakili Dandim 1410/Bantaeng, serta Ketua MUI Bantaeng Dr. KM. Hamzah Israil.
Maulid Akbar tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kecintaan dan keteladanan umat Islam terhadap Rasulullah SAW.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 120 Al-Qur’an diwakafkan untuk Ponpes Modern Al-Aksi.
Wakaf tersebut diniatkan sebagai amal jariyah sekaligus hadiah pahala bagi orang tua dan keluarga para pewakaf.
Dari jumlah tersebut, Bupati Bantaeng Muh. Fathul Fauzy Nurdin turut mewakafkan 50 Al-Qur’an untuk digunakan di lingkungan Ponpes Modern Al-Aksi.
Wakaf tersebut juga diniatkan untuk kedua orang tua dan keluarga, dengan harapan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ustaz yang hadir dalam kegiatan Maulid Akbar tersebut.
“Terima kasih banyak, Pak Ustaz, sudah menyempatkan hadir di Kabupaten Bantaeng. Yang pertama, kami ingin menyampaikan selamat datang di Kabupaten Bantaeng,” ujar Fathul Fauzy.
Bupati juga memperkenalkan Kabupaten Bantaeng sebagai salah satu daerah dengan wilayah relatif kecil di Sulawesi Selatan.
Selain berbicara mengenai kehidupan keagamaan, Bupati turut menyampaikan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat Bantaeng, khususnya para petani dan peternak.
Menurut Fathul Fauzy, kondisi cuaca dan kemarau yang berlangsung memberikan dampak terhadap sebagian masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan peternakan.
“Bantaeng, seperti halnya banyak daerah di Indonesia, saat ini menghadapi kondisi kemarau yang cukup ekstrem. Kondisi ini tentu memberikan dampak kepada masyarakat, terutama para petani dan peternak yang merasakan langsung dampaknya,” jelasnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.
Pemerintah daerah terus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong.
Maulid Akbar di Ponpes Modern Al-Aksi berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
Selain menjadi momentum keagamaan, kegiatan tersebut juga memperkuat silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, pesantren dan masyarakat.
Wakaf Al-Qur’an yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan di lingkungan pesantren.
Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan di Kabupaten Bantaeng melalui kolaborasi antara pemerintah, pesantren, tokoh agama dan masyarakat.
![]()









