Lebak, (tabloidpilarpost.com) – Semangat menjaga kebersihan lingkungan kembali diwujudkan melalui aksi gotong royong di sepanjang Jalan Nasional kawasan Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut mengusung tema “Ayo Corvee, Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan” dan menjadi bagian dari semangat Gerakan Indonesia Asri.
Kerja bakti ini melibatkan Pemerintah Desa dan lembaga Desa Muara, unsur Forkopimcam, satuan pendidikan, organisasi masyarakat, serta UPT/Korwil Wanasalam.
Kolaborasi lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan bukan semata-mata tugas pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih, nyaman, dan tertata.
Sejak pagi, peserta bergotong royong membersihkan sejumlah titik di sekitar ruas Jalan Nasional.
Sampah yang ditemukan dikumpulkan dan dibersihkan. Rumput serta semak yang tumbuh di sekitar kawasan juga ditata agar lingkungan terlihat lebih rapi dan nyaman.
Kawasan tersebut menjadi perhatian karena Jalan Nasional merupakan jalur yang banyak digunakan masyarakat setiap hari. Kebersihan di sekitar jalan tentu berkaitan dengan kenyamanan warga maupun pengguna jalan yang melintas.
Lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih, kerja bakti tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Ketika berbagai unsur turun bersama, pekerjaan menjadi lebih ringan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Namun, menjaga lingkungan tentu nggak cukup hanya dilakukan ketika kerja bakti digelar.
Setelah kawasan dibersihkan, masyarakat diharapkan ikut mempertahankan kondisi tersebut dengan membuang sampah pada tempatnya, menjaga fasilitas umum, dan ikut mengawasi kebersihan lingkungan masing-masing.
Pesan “Lingkungan Bersih, Hidup Sehat” menjadi salah satu semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut.
Lingkungan yang dipenuhi sampah dapat menimbulkan berbagai persoalan, seperti bau tidak sedap, saluran air tersumbat, hingga kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Sebaliknya, lingkungan yang bersih, tertata, dan terawat akan membuat ruang publik terasa lebih nyaman.
Karena itu, kegiatan kebersihan diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Keterlibatan Pemerintah Desa Muara bersama lembaga desa, Forkopimcam, satuan pendidikan, organisasi masyarakat, hingga UPT/Korwil Wanasalam menunjukkan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah memiliki peran dalam pembinaan dan penyediaan fasilitas. Sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan setiap hari.
Satuan pendidikan juga memiliki peran strategis dalam menanamkan budaya hidup bersih kepada generasi muda. Di sisi lain, organisasi masyarakat dapat menjadi penggerak partisipasi warga dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
Kegiatan di Desa Muara juga menjadi pengingat bahwa lingkungan jangan hanya terlihat bersih ketika kerja bakti berlangsung.
Sampah rumah tangga perlu dikelola dengan baik dan tidak dibuang sembarangan, terutama ke saluran air, sungai, maupun pinggir jalan.
Kesadaran masyarakat menjadi kunci agar kebersihan dapat dipertahankan. Pemerintah dan berbagai unsur lainnya tentu tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga.
Melalui semangat Gerakan Indonesia Asri, kegiatan “Ayo Corvee” di Desa Muara diharapkan dapat menjadi pemicu munculnya gerakan serupa di wilayah lain di Kecamatan Wanasalam.
Kerja bakti bukan hanya soal mengangkat sampah atau membersihkan rumput. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, disiplin, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Kawasan Jalan Nasional di Binuangeun sebagai salah satu ruang publik yang ramai digunakan masyarakat diharapkan dapat terus dijaga kebersihan dan kerapihannya.
Lingkungan yang bersih bukan hanya memberikan kenyamanan bagi warga sekitar, tetapi juga memberikan kesan positif bagi masyarakat yang melintas.
Melalui gerakan “Ayo Corvee, Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan”, masyarakat dan berbagai unsur yang terlibat menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana: turun bersama, membersihkan bersama, dan menjaga bersama.
Jika dilakukan secara konsisten, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan semakin kuat di tengah masyarakat Kecamatan Wanasalam.
Lingkungan bersih bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk dijaga. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama.








