Lebak, (tabloidpilarpost.com) – Menjelang pelaksanaan rangkaian Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) tingkat Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, panitia menggelar rapat final untuk mematangkan berbagai persiapan.
Rapat yang berlangsung di Sekretariat Gedung PGRI Cabang Kecamatan Wanasalam, Senin (10/8/2026), tersebut secara khusus membahas kesiapan teknis sekaligus kondisi keuangan panitia, mulai dari pendapatan hingga rencana pengeluaran kegiatan.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Panitia PHBN Kecamatan Wanasalam, Jaro Rohmat.
Salah satu poin penting dalam rapat final tersebut adalah pembahasan mengenai pengelolaan anggaran.
Bendahara Umum PHBN, Ripal, memaparkan kondisi keuangan panitia, termasuk rincian pendapatan dan rencana penggunaan dana untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan.
Jaro Rohmat menegaskan, keterbukaan mengenai kondisi keuangan menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan dapat berjalan secara tertib dan memperoleh kepercayaan masyarakat.
“Kita ingin seluruh perencanaan ini jelas sejak awal. Berapa pendapatan yang kita terima, untuk apa penggunaannya, dan berapa pengeluarannya harus diketahui bersama. Ini penting agar kegiatan PHBN dapat berjalan dengan baik dan seluruh pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Jaro Rohmat.
Menurutnya, rapat final bukan sekadar formalitas. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh unsur panitia untuk mengetahui posisi keuangan sekaligus memastikan kebutuhan kegiatan telah dipersiapkan dengan baik.
Ia menegaskan bahwa setiap pengeluaran harus memiliki dasar dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
“Setiap pengeluaran harus dipertanggungjawabkan secara terbuka dan transparan kepada publik,” tegasnya.
Jaro Rohmat menilai keberhasilan PHBN tidak semata-mata diukur dari seberapa meriah kegiatan yang diselenggarakan.
Menurutnya, proses perencanaan, koordinasi dan pengelolaan anggaran juga menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Panitia bekerja, masyarakat mendukung, dan semua unsur harus saling mengawasi serta memberikan masukan. Dengan begitu, kegiatan ini benar-benar menjadi milik masyarakat,” katanya.
Ia berharap seluruh panitia menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing serta menjaga komunikasi hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Rapat final tersebut turut dihadiri Camat Wanasalam, Parid Surawan, SE.
Kehadiran pemerintah kecamatan menjadi bagian dari koordinasi untuk memastikan berbagai persiapan PHBN berjalan sesuai rencana.
Parid Surawan menekankan pentingnya koordinasi lintas unsur karena kegiatan PHBN melibatkan banyak pihak dan membutuhkan dukungan masyarakat.
“Kami dari pemerintah kecamatan tentu mendukung penuh. Tetapi dukungan itu harus dibarengi dengan perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta pengelolaan anggaran yang transparan. Jangan sampai ada persoalan yang muncul karena komunikasi tidak berjalan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh panitia menjaga kekompakan hingga seluruh kegiatan selesai.
“Yang kita bangun bukan hanya sebuah acara, tetapi semangat kebersamaan masyarakat Wanasalam. Karena itu semua pihak harus mengambil bagian sesuai tugas dan tanggung jawabnya,” tambah Parid.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut.
Kapolsek Wanasalam IPTU Wangsa, SH., yang turut hadir, menegaskan bahwa kegiatan dengan jumlah peserta dan penonton besar membutuhkan persiapan pengamanan yang matang.
Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kami siap melakukan pengamanan sesuai kebutuhan, tetapi komunikasi antara panitia, pemerintah, tokoh masyarakat dan unsur lainnya harus terus berjalan,” tegas IPTU Wangsa.
Ia juga mengingatkan agar setiap kegiatan memperhatikan ketertiban, keselamatan peserta dan potensi gangguan keamanan.
“Semakin besar kegiatan, semakin besar pula tanggung jawab kita. Jangan sampai karena ingin meriah, aspek keamanan justru terabaikan,” ujarnya.
Rapat final PHBN tersebut turut dihadiri jajaran panitia, unsur Dinas Pendidikan, Paguyuban RT/RW Desa Sukatani, tokoh masyarakat serta berbagai unsur terkait lainnya.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa PHBN Kecamatan Wanasalam tidak hanya menjadi agenda panitia, tetapi juga menjadi kegiatan bersama yang membutuhkan partisipasi masyarakat.
Dalam forum tersebut, peserta rapat diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai masukan terkait teknis pelaksanaan, kebutuhan kegiatan, pengelolaan anggaran hingga koordinasi antarpihak.
Dengan selesainya pembahasan mengenai anggaran dan berbagai kebutuhan teknis, panitia kini memasuki tahap akhir persiapan pelaksanaan PHBN Kecamatan Wanasalam.
Bagi masyarakat, PHBN bukan sekadar agenda tahunan. Momentum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong.
Pesan yang mengemuka dalam rapat final tersebut cukup jelas: acara boleh meriah, tetapi pengelolaan harus tertib; kegiatan boleh besar, tetapi tanggung jawab harus lebih besar.
Transparansi anggaran, koordinasi lintas unsur dan kesiapan keamanan menjadi tiga hal yang ditekankan sebelum seluruh rangkaian PHBN Kecamatan Wanasalam digelar.
Dengan prinsip tersebut, panitia berharap seluruh kegiatan dapat berlangsung meriah, aman, tertib, transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
![]()









