Surabaya, (tabloidpilarpost.com) – Upaya pelestarian budaya tradisional terus dilakukan masyarakat RW 08 Klakah Rejo Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya Barat. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah perhatian terhadap keberadaan Punden Keramat yang berada di sekitar lingkungan RW 08 dan tepat di depan bangunan Masjid Jami’ Miftahul Huda.
Selama beberapa waktu terakhir, kondisi area punden dinilai kurang mendapatkan perawatan optimal. Tumbuhnya tanaman ilalang yang menutupi akses jalan serta area sekitar punden dan masjid menjadi perhatian warga setempat.
Ketua RW 08 Klakah Rejo, Sukirno, menjelaskan bahwa warga saat ini memprioritaskan program pelestarian situs budaya punden sebagai tahap awal pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, pelestarian nilai-nilai budaya dan sejarah lokal perlu terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Di sisi lain, warga juga tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan Masjid Jami’ Miftahul Huda yang hingga kini masih membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Program penataan kawasan tersebut mendapat dukungan penuh dari sesepuh masyarakat setempat, Shalipan atau yang akrab disapa Abah Shalipan (76). Ia menyambut baik dimulainya kegiatan pembangunan dan penataan lingkungan yang mulai dilaksanakan pada Minggu (31/5/2026).
Pengerjaan tahap pertama difokuskan pada pembersihan area serta penataan lingkungan punden agar lebih tertata, bersih, dan nyaman. Setelah itu, program akan dilanjutkan dengan pembangunan serta penyempurnaan fasilitas Masjid Jami’ Miftahul Huda yang selama ini menjadi harapan masyarakat.
Menurut Sukirno, pembangunan tahap kedua nantinya akan difokuskan pada penyelesaian sarana dan prasarana masjid yang hingga kini masih membutuhkan dukungan pendanaan.
“Kami berharap adanya dukungan dan partisipasi para dermawan agar pembangunan Masjid Jami’ Miftahul Huda dapat terselesaikan dengan baik demi kemakmuran warga serta kemaslahatan umat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelestarian budaya tradisional dan pembangunan sarana keagamaan merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan. Keduanya menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan serta memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat.
“Nilai-nilai budaya tradisional dan religius harus sama-sama diprioritaskan. Dengan demikian, kita dapat menjaga kerukunan warga sekaligus menanamkan semangat persatuan dan kebersamaan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat RW 08 Klakah Rejo Kandangan terus berupaya menjaga warisan budaya leluhur sembari membangun fasilitas keagamaan sebagai sarana memperkuat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.









