Malang, (tabloidpilarpost.com) – Suasana penuh sukacita kini menyelimuti warga di perbatasan dua dusun Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Penantian panjang masyarakat akan akses penghubung yang aman dan memadai akhirnya mulai terwujud melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
Program yang disebut sebagai bagian dari gagasan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini hadir sebagai inisiasi kerakyatan yang bertujuan memperkuat konektivitas desa sekaligus pemerataan pembangunan di wilayah pelosok.
Hal tersebut terlihat saat awak media bersama Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP meninjau langsung proses pembangunan jembatan di perbatasan dua dusun Desa Srigonco pada Jumat (22/05/2026).
Sebelum pembangunan dilakukan, warga harus melewati jalur memutar dengan medan curam dan sulit untuk menjalankan aktivitas sehari-hari maupun mengangkut hasil pertanian. Kondisi itu selama bertahun-tahun menjadi kendala utama mobilitas masyarakat.
Kini, berkat semangat gotong royong serta sinergi antara personel TNI dari jajaran Kodim 0818 Kabupaten Malang bersama warga, pembangunan jembatan mulai membuka harapan baru bagi masyarakat setempat.
Bagi warga, Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar bangunan fisik yang menghubungkan dua wilayah. Lebih dari itu, jembatan tersebut dianggap sebagai urat nadi kehidupan yang membawa harapan besar bagi peningkatan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat.
Ke depan, anak-anak diharapkan dapat menuju sekolah dengan lebih aman, sementara para petani dan pelaku usaha mikro bisa mendistribusikan hasil pertanian maupun barang dagangan dengan lebih cepat, hemat, dan efisien.
Warga Desa Srigonco pun menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pemerintah, TNI, serta seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan pembangunan jembatan tersebut.
Semangat gotong royong yang mewarnai proses pembangunan juga dinilai mampu mempererat kembali rasa persatuan dan kebersamaan antarwarga dari dua dusun yang selama ini terpisah akses.
Tak hanya itu, Kepala Desa Srigonco, Didit Puji Leksono, menurut warga juga turut terlibat langsung dalam proses gotong royong bersama TNI dan masyarakat dalam pembangunan jembatan yang menghubungkan RT 19 Dusun Watu Sigar dengan RT 14 Dusun Krajan.
Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP saat ditemui awak media menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas sektor tersebut.
“Kami bersama Babinsa Srigonco dan Pemerintah Desa Srigonco mendatangi lokasi pembangunan jembatan yang diinisiasi dan dikoordinasikan oleh TNI melalui Koramil Bantur. Kami sangat mengapresiasi karena pembangunan ini memberikan dampak positif, menghubungkan dua dusun yakni Watu Sigar dan Krajan sekaligus menghubungkan dua wilayah RT yang berbeda,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran TNI sebagai inisiator pembangunan bersama Pemerintah Desa dan masyarakat.
“Harapan kami ke depan, pembangunan lokal ini bisa diteruskan. Setelah jembatan sepanjang kurang lebih 5 meter dan lebar 3,5 meter ini selesai, alangkah baiknya jika ada dukungan lanjutan melalui dana desa untuk rabat jalan agar akses menuju kampung sebelah semakin representatif,” tambahnya.
Menurut Bayu, pembangunan jembatan dimulai sejak 12 Mei 2026 dengan estimasi pengerjaan sekitar satu bulan. Proyek tersebut diinisiasi oleh Kodim 0818 Kabupaten Malang melalui kolaborasi bersama Pemerintah Desa dan masyarakat sekitar.
Kini, dengan hadirnya pembangunan Jembatan Perintis Garuda, isolasi antarwilayah perlahan mulai terpecahkan. Warga Desa Srigonco optimistis dapat melangkah menuju masa depan yang lebih baik, dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin berkembang serta aktivitas sosial masyarakat yang lebih lancar tanpa hambatan akses.
Program tersebut juga menjadi bukti nyata sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan demi meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah terpencil.
![]()









