Banten, (Tabloidpilarpost.com), Menjelang dimulainya tahap pendaftaran resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Provinsi Banten, Forum Warga Bersatu Banten secara resmi kembali membentuk Tim Khusus Pengawasan SPMB 2026.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh proses penerimaan siswa baru berjalan transparan, adil, bebas kecurangan, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagaimana diatur dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor 141 Tahun 2026 dan Permendikdasmen Nomor 3 serta Nomor 9 Tahun 2025.
Ketua Forwatu Banten saat dikonfirmasi di kantor sekretariatnya, Selasa (12/5/2026), menjelaskan bahwa pembentukan tim pengawasan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan lembaganya dalam menjaga integritas pelaksanaan SPMB di Banten.
Tim tersebut terdiri dari pengurus tetap organisasi, jurnalis bidang pendidikan, pemerhati pendidikan, hingga tenaga ahli administrasi pendidikan yang akan bertugas memantau seluruh tahapan mulai dari Pra-SPMB hingga proses daftar ulang selesai dilaksanakan.
“Kami kembali turun tangan karena tahun ini ada perubahan aturan penting, terutama pada penentuan jarak domisili dan pembagian kuota jalur seleksi. Potensi masalah seperti ketidakakuratan data, ketidaktahuan masyarakat, hingga praktik titip-menitip masih berisiko terjadi. Tim ini akan bekerja menyeluruh ke seluruh kabupaten/kota di Banten,” ujar Arwan yang juga merupakan mahasiswa Pascasarjana STIPAN.
Menurutnya, cakupan pengawasan tim meliputi verifikasi keakuratan data peserta, penerapan kuota jalur seleksi seperti domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi, kesiapan sistem pendaftaran daring, sosialisasi kepada masyarakat, hingga penanganan laporan dan keluhan warga.
Pengawasan juga difokuskan pada penentuan titik koordinat domisili yang menjadi salah satu acuan utama dalam seleksi penerimaan siswa baru guna mengantisipasi potensi manipulasi data yang dapat merugikan peserta lain.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah, tahap Pra-SPMB di Banten berlangsung hingga 31 Mei 2026. Sementara pendaftaran tingkat SMA dijadwalkan mulai 10 Juni 2026, SMK pada 16 Juni 2026, dan Sekolah Khusus dimulai 22 Juni 2026 mendatang.
Forwatu Banten juga mengingatkan seluruh sekolah dan panitia pelaksana agar tidak melakukan pungutan biaya dalam bentuk apa pun selama proses penerimaan peserta didik baru berlangsung. Selain itu, sekolah diminta memberikan layanan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kendala akses teknologi saat proses pendaftaran daring.
“Kami sudah menyiapkan jalur pelaporan terbuka. Masyarakat, orang tua, maupun siswa boleh melaporkan langsung jika menemukan penyimpangan. Laporan akan kami verifikasi dan kami sampaikan langsung ke Dinas Pendidikan serta Ombudsman Banten untuk ditindaklanjuti,” tambahnya.
Pihak Forwatu berharap keterlibatan unsur pers dan masyarakat dalam pengawasan dapat memperkuat upaya pemerintah menciptakan sistem penerimaan murid baru yang bersih, objektif, dan menjamin hak pendidikan bagi seluruh warga negara.
Selain itu, Forwatu Banten berkomitmen akan merilis laporan pemantauan secara berkala agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan akurat terkait pelaksanaan SPMB 2026 di Banten.
Sementara itu, Humas Forwatu Banten dalam rilis resminya menyampaikan bahwa rapat penetapan Tim Khusus Pengawasan SPMB 2026 akan digelar pekan depan dengan melibatkan berbagai unsur yang berkompeten di bidang pendidikan dan pengawasan publik.
“Insyaallah jadwal akan kami bagikan kepada publik untuk kepentingan rekonsiliasi penetapan tim hingga mekanisme pelaporan melalui laman Humas Forwatu Banten pekan depan,” jelas Agus.
![]()









