Malang, (tabloidpilarpost.com) – BUMDes Maju Jaya yang berada di Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, mulai menunjukkan gebrakan baru dalam pengembangan ekonomi desa melalui program budidaya buah melon.
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis BUMDes dalam memaksimalkan potensi lahan pertanian desa yang dinilai subur namun belum tergarap secara optimal.
Pada Jumat (08/05/2026), Camat Bantur Bayu Jatmiko meninjau langsung perkembangan budidaya melon di lokasi pertanian dan memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan BUMDes Maju Jaya.
Menurutnya, meski baru terbentuk pada akhir tahun 2025, BUMDes tersebut mampu menghadirkan terobosan positif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“BUMDes Maju Jaya yang baru terbentuk akhir 2025 mampu membuat gebrakan untuk memaksimalkan potensi desa demi meningkatkan kemakmuran masyarakat. Diperkirakan sekitar 19 hari lagi insyaallah panen perdana,” ujar Bayu Jatmiko.
Budidaya melon yang dikembangkan tidak hanya fokus pada hasil produksi, tetapi juga menerapkan konsep pertanian intensif berbasis pemberdayaan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, BUMDes melibatkan kelompok tani hingga ibu-ibu rumah tangga agar turut aktif dalam proses budidaya dan pengelolaan pertanian.
Kepala Desa Karangsari Abah Deni menyebut program tersebut menjadi harapan baru bagi peningkatan ekonomi warga.
“Melalui budidaya ini, BUMDes Maju Jaya bertujuan meningkatkan pendapatan petani desa serta menciptakan lapangan kerja baru di wilayah Karangsari dan sekitarnya. Ini gebrakan yang sangat bagus dan bisa terus dikembangkan,” ungkapnya.
Program budidaya melon tersebut juga menjadi bagian dari optimalisasi Dana Desa Tahun 2025/2026 dalam mendukung program ketahanan pangan desa.
Pemerintah desa berharap program ini mampu menjadikan Desa Karangsari lebih mandiri secara ekonomi sekaligus menjadi contoh pengelolaan BUMDes produktif bagi desa-desa lain di Kecamatan Bantur.
Ke depan, area budidaya melon tersebut direncanakan tidak hanya menjadi pusat produksi pertanian, tetapi juga dikembangkan sebagai kawasan eduwisata petik melon guna menarik wisatawan ke wilayah Malang Selatan.
Camat Bantur Bayu Jatmiko menilai program tersebut menjadi contoh nyata optimalisasi potensi ekonomi desa berbasis pertanian modern.
“Budidaya melon ini bukan hanya soal menanam buah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, mengedukasi petani dengan teknologi pertanian modern, serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes),” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BUMDes Maju Jaya menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memperluas lahan budidaya dan menjadikan program tersebut sebagai ikon agrowisata edukasi di Kecamatan Bantur.
“Melon ini adalah harapan baru. Kami ingin membuktikan bahwa dengan pengelolaan profesional oleh BUMDes, pertanian di Karangsari bisa menghasilkan omzet puluhan juta rupiah sekaligus memberikan kesejahteraan langsung bagi warga,” ujarnya.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi masyarakat, budidaya melon yang dikembangkan BUMDes Maju Jaya diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan bagi warga Desa Karangsari.









