Malang, (tabloidpilarpost.com) – Proyek Life-Saving Facility and Community-Based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS) digelar di Pendopo Agung Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Selasa (21/04/2026).
Program ini merupakan inisiatif strategis dalam memperkuat layanan tuberkulosis (TBC) yang berkualitas, terintegrasi, dan berpusat pada kebutuhan pasien, sekaligus mendorong deteksi dini guna menekan penyebaran penyakit di masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri dan dipantau oleh Kepala UPT Puskesmas Wonokerto, Putri Lestari, bersama jajarannya yang berperan aktif dalam pelaksanaan layanan kesehatan di tingkat desa.
Kepala Desa Wonokerto, Termidi Kuswanto, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh program ini karena memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan TBC.
“Program ini sangat baik dan kami mendukung dengan memfasilitasi tempat. Apalagi didukung mitra seperti Stop TB Partnership Indonesia dan USAID yang fokus pada penemuan kasus secara dini serta memastikan kesinambungan pengobatan,” ujarnya, Kamis (23/04/2026).
Dalam implementasinya, program FCSDS menghadirkan sejumlah layanan utama yang terintegrasi, antara lain skrining sistematis TBC secara proaktif, investigasi kontak rumah tangga, serta pendampingan pasien agar tidak putus pengobatan.
Selain itu, program ini juga memperkuat sistem pelaporan berbasis digital guna memastikan data yang cepat dan akurat, serta meningkatkan kapasitas fasilitas layanan kesehatan melalui kolaborasi antara Puskesmas, dinas kesehatan, dan masyarakat.
Dengan pendekatan yang menyeluruh tersebut, program ini diharapkan mampu meningkatkan angka penemuan kasus TBC sekaligus memutus rantai penularan di tingkat komunitas.
Ke depan, program FCSDS menjadi bagian penting dalam mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030, dengan menitikberatkan pada deteksi dini, pengobatan tuntas, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.









