Surabaya, (tabloidpilarpost.com) – Kondisi jalan penghubung sekaligus jalur alternatif antara Jalan Banjarsugihan hingga Jalan Raya Tengger, kawasan Kandangan, dikeluhkan warga dan para pedagang kaki lima yang beraktivitas di sekitar lokasi tersebut. Pasalnya, sebagian ruas jalan mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan, baik pengendara kendaraan bermotor maupun pejalan kaki.
Para pedagang yang berjualan di sekitar wilayah tersebut mengaku resah karena jalan tersebut setiap hari dilalui banyak masyarakat. Selain sebagai jalur alternatif kendaraan, kawasan tersebut juga menjadi tempat aktivitas ekonomi para pedagang makanan dan minuman.
Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihaknya tidak keberatan membantu pemerintah jika ada perbaikan, selama kondisi jalan yang rusak dapat segera diperhatikan karena menyangkut mata pencaharian mereka.
“Selama ini kami berjualan di sini saling menguntungkan dengan para pembeli. Tapi kondisi jalannya rusak dan membahayakan. Kami berharap pemerintah segera memperhatikan,” ungkapnya.
Menurut para pedagang, meskipun sebagian jalan telah diperbaiki setelah pembangunan box culvert, namun masih terdapat beberapa titik yang mengalami kerusakan. Salah satunya berada di depan Masjid Baitushollah, tepat di samping Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kandangan.
Di lokasi tersebut, saat hujan turun air dari selokan sering meluap hingga menggenangi jalan raya. Kondisi itu menyebabkan aspal jalan cepat terkelupas hingga batu dasar jalan terlihat menonjol ke permukaan.
Diduga kerusakan tersebut juga disebabkan oleh tipisnya lapisan aspal saat proses pengaspalan sebelumnya. Akibatnya, jalan menjadi bergelombang dan membahayakan pengendara, terutama saat kendaraan saling berpapasan.
“Sering ada pengendara motor yang hampir jatuh karena batunya menonjol. Apalagi kalau hujan, jalannya licin dan tergenang air,” tambah pedagang tersebut.
Kondisi ini juga semakin mengkhawatirkan karena lokasi jalan tersebut berada tidak jauh dari SD Negeri 61. Saat jam masuk maupun pulang sekolah, lalu lintas di kawasan tersebut cukup ramai oleh aktivitas para siswa.
Warga khawatir anak-anak sekolah dapat terjatuh akibat batu-batu yang muncul di permukaan jalan karena aspal yang terkelupas.
Para pedagang menyebutkan bahwa keluhan mengenai kondisi jalan tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan kepada pengurus kampung. Namun mereka belum mengetahui apakah laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh dinas terkait atau belum.
“Kami sebenarnya sudah melaporkan. Harapan kami pemerintah segera memperbaiki jalan dari Banjarsugihan sampai Jalan Raya Tengger Kandangan karena ada yang sudah baik, tapi ada juga yang masih bergelombang dan rusak,” ujar pedagang tersebut.
Warga dan para pedagang berharap pihak pemerintah daerah maupun dinas terkait segera turun tangan untuk memperbaiki ruas jalan tersebut agar lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas setiap hari.









