Malang, (tabloidpilarpost.com) — Hujan deras disertai angin kencang yang berubah menjadi puting beliung menerjang Dusun Balong, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, pada Senin (23/02/2026) sekitar pukul 17.10 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan kepanikan warga dan merusak belasan rumah.
Berdasarkan informasi di lokasi, wilayah yang paling terdampak berada di RT 55, sementara di RT 54 tercatat satu rumah mengalami kerusakan serta satu pohon tumbang. Meski menimbulkan kerusakan material, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Salah satu warga setempat, Timbul (M. Lestari), menuturkan bahwa angin puting beliung datang sangat cepat saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Yang paling banyak terdampak di RT 55. Untuk RT 54 hanya satu rumah dan ada pohon tumbang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Warga sempat panik ketika pusaran angin mendekati permukiman. Suara gemuruh angin disertai beterbangannya atap asbes dan galvalum membuat warga berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Anginnya berputar cepat sekali, hanya beberapa menit tapi atap rumah sudah terbang. Kami panik dan langsung keluar rumah mencari tempat aman,” ungkap salah satu warga terdampak.
Usai kejadian, warga langsung bahu-membahu mengevakuasi barang berharga di tengah hujan serta melakukan kerja bakti membersihkan puing bangunan dan pohon tumbang.
Aparat setempat yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD Sarju, serta perangkat Desa Rejoyoso juga turun ke lokasi untuk membantu warga sekaligus melakukan pendataan kerusakan.
Kepala Dusun Balong, Mariono, menyampaikan data sementara menunjukkan satu kandang sapi milik Yayuk Winarsih mengalami kerusakan. Sementara di RT 54, rumah milik Ketua RT Kasimin terdampak pada bagian garasi dan dapur akibat pohon pete tumbang.
“Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan tiga pohon tumbang dan sekitar 15 rumah warga mengalami kerusakan ringan,” jelas Mariono.
Adapun rumah warga yang tercatat mengalami kerusakan ringan antara lain milik Pairin, Sarmi, Eni, Ponikan, Warni, Sumaji, Sulhan, Giyat, Triyono, Tohali, Giman, Tarno, Sunari, dan Karso.
Hingga berita ini dirilis, tidak ada laporan korban jiwa. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp2 juta per rumah dengan total kerugian global mencapai kurang lebih Rp30 juta.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu.









