RANGKASBITUNG — Tabloid pilar Post Forum Wartawan Solid (FWS) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) perdana yang berlangsung di Hotel Maris, Rangkasbitung, Provinsi Banten, Senin (2/2/2026). Mubes ini menjadi tonggak awal penguatan organisasi dengan mengusung tema “Menjadikan Wartawan Profesional, Independen, Berintegritas, dan Berkontribusi bagi Negara dan Bangsa.”
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum FWS Aji Rosyad, Dewan Pakar FWS Ayi Rubai, S.H., jajaran pengurus dan anggota dari berbagai media, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lagu Mars FWS “Forum Wartawan Solid”, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang berlangsung khidmat dan penuh nilai kebangsaan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum FWS Aji Rosyad menyampaikan bahwa Mubes pertama ini merupakan momentum refleksi perjalanan organisasi sekaligus penegasan arah FWS ke depan.
“Melalui Mubes perdana ini, saya mengajak seluruh anggota untuk mengenang perjalanan organisasi. Sebelumnya saya pernah berada di Ikatan Wartawan Online (IWO), Media Online Indonesia (MOI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), dan kini Forum Wartawan Solid (FWS),” ujar Aji Rosyad.
Ia menegaskan bahwa FWS dibangun atas dasar kekeluargaan, persaudaraan, kekompakan, serta transparansi dalam berorganisasi.
“FWS harus menjadi rumah bersama bagi jurnalis yang menjunjung tinggi profesionalisme, independensi, dan etika pers,” tegasnya.
Mubes juga diisi dengan sesi diskusi antaranggota FWS yang membahas penguatan organisasi, tantangan jurnalistik, serta kebutuhan legalitas wartawan di lapangan. Dalam diskusi tersebut, Achmad Khotib, Kaperwil Banten Tabloid Pilar Post, menyampaikan harapannya agar FWS mampu berkembang secara nasional.
“Saya berharap Forum Wartawan Solid ini tidak hanya berkembang di Provinsi Banten, tetapi mampu melebarkan sayap ke seluruh daerah dengan membentuk cabang-cabang FWS agar organisasi ini benar-benar kuat secara nasional,” ujar Achmad Khotib.
Dalam forum tersebut juga mengemuka harapan agar FWS segera memiliki sekretariat tetap sebagai pusat koordinasi organisasi. Selain itu, FWS didorong untuk mematangkan persiapan penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai bentuk legalitas resmi bagi seluruh anggota dari berbagai lapisan media.
Keberadaan KTA dinilai penting guna memberikan kepastian identitas dan legalitas bagi jurnalis FWS dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.
Mubes perdana FWS turut diperkuat dengan kehadiran Dewan Pakar FWS, Ayi Rubai, S.H., yang memberikan pandangan dari aspek hukum dan kelembagaan organisasi.
“AD/ART adalah pedoman utama organisasi. Seluruh anggota FWS wajib memahaminya agar organisasi berjalan tertib, transparan, dan mampu melindungi jurnalis dalam menjalankan tugasnya,” ujar Ayi Rubai.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh anggota FWS melaksanakan sidang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Sidang ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada anggota terkait aturan organisasi, sistem kerja, serta hak dan kewajiban sebagai bagian dari FWS.
Melalui Mubes perdana ini, Forum Wartawan Solid menegaskan komitmennya untuk tumbuh sebagai organisasi pers yang profesional, independen, serta berkontribusi nyata dalam menjaga marwah jurnalistik dan demokrasi di Indonesia.
![]()









