Lebak –tabloidpilarpost Sebuah video yang menampilkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak mendadak viral di media sosial pada Jumat 23 Januari 2026.
Video tersebut menuai sorotan karena memperlihatkan sajian makanan yang diduga belum layak konsumsi.
Dalam Laporan Khusus Nomor 01/1/2026 SPPG Amanah Permas Agung pada tgl 24/01/3026 yang ditujukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan klarifikasi terkait video viral yang beredar di media sosial terkait penyajian MBG mentah di Wilayah kecamatan Ci gemblong, Kabupaten Lebak, Banten.
Isi surat laporan tersebut, Rasudin selaku Kepala SPPG Amanah Permas Agung menyampaikan beberapa poin diantaranya sebagai berikut;
1.    Pada tanggal 23 Januari 2026 dilaksanakan operasionalisasi SPPG dengan menu: jagung kukus, telor rebus, tahu,kelengkeng dan susu.
2.    Tim pengolahan mulai melaksanakan perebusan telur pada jam jam 11;00
3.    Perebusan telur dilakukan menggunakan ricesteamer dengan beberapa wadah yang sudah disiapkan
4.    Terdapat beberapa wadah yang memiliki bentuk dan warna yang sama
5.    Ketika dilakukan proses perebusan telur, terdapat kekeliruan dalam membedakan wadah yang berisi telur mentah hasil penyortiran dan telur matang hasil perebusan
6.    Wadah yang berisi telur mentah secara tidak sengaja terdorong mendekat ke arah ricesteamer yang menguatkan asumsi bahwa wadah tersebut berisi telur matang hasil perebusan.
7.    Baik tim pengolahan maupun tim pemorsian tidak bisa membedakan wadah yang berisi telur mentah dengan wadah yang berisi telur matang karena keduanya menggunakan wadah yang berwarna sama yaitu warna merah
8.    Tim pemorsian mengambil wadah yang berisi telur mentah tanpa sepengatahuan tim pengolahan yang akhirnya telur mentah tersebut terdistribusi ke dalam beberapa ompreng/foodtray. Hal ini diperkuat dengan temuan pada pantauan CCTV yang ada di Lokasi
9.    Berdasarkan laporan dan aduan dari beberapa pihak, ompreng yang berisi telur mentah terdistribusi sebanyak 200 ompreng atau skitar 15 Kg telur tersebar ke beberapa sekolah diantaranya SMAN 1 Cigemblong, SDN Mugijaya dan SDN 1 dan 2 Peucang pari.
Menanggapi hal tersebut Wakil Presidium 1 Bidang Humas dan Media Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten) sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, Ia juga mendesak agar pihak BGN menutup dapur tersebut karena di nilai telah lalai dan dapat berpotensi membahayakan siswa jika tetap dibiarkan.
” Soal kekeliruan warna yang membedakan kami anggap wajar tapi soal pemorsian apakah tidak menyadari kalau jagung yang di masukan kedalam ompreng itu masih mentah? ” Kata Agus bertanya.
” Yang saya heran lagi dengan biaya 10.000 Rupiah untuk bahan baku makanan siswa hanya diberikan makanan seperti itu, saya berani tantang pihak SPPGnya untuk berhitung nilai dari MBG yang disajikan tersebut ” Ujarnya
Agus berencana akan menyiapkan massa untuk menggelar aksi tutup SPPG Amanah Permas Agung di Wilayah kecamatan Ci gemblong yang sudah terbukti lalai dalam menyajikan MBG untuk siswa.
” Tidak teliti mereka, kedepannya kalau ada racun dll mereka juga bisa saja kecolongan. Maka ini jelas harus di tutup saya siapkan massa untuk aksi di BGN ” Tegas Agus.
Sementara itu Ketua Satgas MBG kabupaten Lebak Amir Hamzah saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp menyampaikan pihaknya telah melaporkan hal tersebut kepada Satgas Pusat dan menyerahkan sepenuhnya tindakan kepada BGN.
” Itu kewenangannya BGN, kita laporkan aja cukup ” Terangnya.









