Malang, (Tabloidpilarpost.com) — Dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintahan dan masyarakat, Kecamatan Donomulyo bersama DPRD Kabupaten Malang menggelar kegiatan Koordinasi dan Sinergi Penyelenggaraan Pemerintahan di Tingkat Kecamatan, Rabu (22/10/2025), di Pendopo Agung Kecamatan Donomulyo.
Kegiatan ini mengusung tema “Pencegahan Kenakalan Remaja dengan Nilai-Nilai Nusantara di Era Keterbukaan Media Sosial.”
Tiga anggota DPRD Kabupaten Malang hadir sebagai narasumber utama, yakni:
- Sutikno Murdi, S.H. dari Fraksi Hanura (Komisi IV),
- Hj. Sumai dari Fraksi PDI Perjuangan (Komisi IV), dan
- Abdulloh Azis dari Fraksi PKS (Komisi I).
Sementara Camat Donomulyo, Nurmawan Wibowo, L.S., S.STP., M.Si., bertindak sebagai moderator acara.
Dalam sambutannya, Nurmawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap generasi muda.
“Remaja adalah calon penerus bangsa. Pemerintah daerah ingin merangkul mereka agar bisa saling mengisi pembangunan dengan hal-hal positif yang berdampak baik bagi masyarakat Donomulyo,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh para pelajar dari berbagai sekolah di Donomulyo, antara lain SMK Islam NU Donomulyo, MAN Donomulyo, SMK Muhammadiyah, SMA Taman Siswa, serta perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang.
Dalam pemaparannya, Sutikno Murdi, S.H., menjelaskan bahwa DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni penganggaran, legislasi, dan pengawasan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM serta peran peraturan dan ketegasan hukum dalam mencegah kenakalan remaja di era keterbukaan informasi.
“Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Mereka perlu memiliki ketahanan diri atau resilience, yakni kemampuan beradaptasi terhadap situasi yang tidak menyenangkan,” jelasnya.
Sementara itu, Hj. Sumai dari Komisi IV menyoroti pentingnya kebijaksanaan dalam bermedia sosial. Ia juga mengingatkan bahwa DPRD sebelumnya telah mengadakan pelatihan literasi digital dan IT di wilayah Donomulyo untuk membekali pelajar menghadapi dunia digital secara positif.
Sedangkan Abdulloh Azis, yang akrab disapa Cak Doel Konter, menyampaikan materinya dengan gaya ringan dan interaktif. Ia banyak berdialog langsung dengan para pelajar, mendengarkan keluh kesah mereka, serta memberikan motivasi agar mampu memilah mana konten yang bermanfaat dan mana yang menjerumuskan.
Acara berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif mengikuti jalannya diskusi dan berharap kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja semakin paham pentingnya menjaga perilaku, memanfaatkan media sosial dengan bijak, serta mengamalkan nilai-nilai luhur Nusantara dalam kehidupan sehari-hari — demi masa depan yang lebih baik.
![]()









