PELALAWAN, (tabloidpilarpost.com) – Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan, Syafrizal, SE, meminta Bank Riau Kepri Syariah Cabang Pangkalan Kerinci agar lebih aktif dalam menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR), di tengah kondisi keuangan daerah yang tengah menurun.
Hal tersebut disampaikan Syafrizal saat berbincang dengan sejumlah awak media di Pangkalan Kerinci, Kamis (25/9/2025).
“Di situasi APBD yang sedang menurun, kita berharap stakeholder seperti Bank Riau bisa lebih aktif menyalurkan CSR-nya untuk masyarakat,” ujar Syafrizal.
Banyak Usulan, Realisasi Minim
Syafrizal menyebutkan, pihak DPRD telah menerima berbagai masukan dari masyarakat mengenai minimnya kontribusi CSR Bank Riau Kepri, khususnya di wilayah Pangkalan Kerinci.
Salah satu contohnya adalah pengadaan pengeras suara di lapangan bola Pangkalan Kerinci yang hingga kini belum terealisasi, padahal sudah diusulkan ke pihak bank.
“Itu permintaan kecil. Kalau Bank Riau serius, tentu bisa bantu. Tapi sampai sekarang belum juga ada realisasinya,” tambahnya.
Minta Evaluasi Direksi
Syafrizal juga menegaskan bahwa sebagai nasabah sekaligus mitra pemerintah, Bank Riau Kepri seharusnya lebih peduli dengan kondisi daerah.
Bahkan, ia menyarankan agar Gubernur Riau (Gubri) mengevaluasi jajaran direksi Bank Riau jika CSR tidak berjalan maksimal.
“Kalau CSR-nya minim terus, ya direkturnya perlu dievaluasi. Kita lagi susah, tapi bantuan mereka belum terasa,” tegas politisi tersebut.
Klarifikasi Pungutan Lapangan Mini Soccer
Terkait pemberitaan sebelumnya soal pungutan di Lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci, Syafrizal meluruskan bahwa fasilitas tersebut merupakan CSR dari PT RAPP dan saat ini dikelola oleh pihak ketiga berdasarkan perjanjian dengan pemerintah daerah.
Tarif sewa sebesar Rp350.000 per jam dinilai wajar dan bahkan lebih murah dibanding lapangan sejenis di kota besar.
“Di Pekanbaru bisa Rp750 ribu sampai Rp1 juta per jam. Kualitas lapangan kita lebih bagus, tapi tarif kita jauh di bawah,” katanya.
Ia juga menambahkan, biaya tersebut belum termasuk wasit. Namun, pengelola memberi keleluasaan kepada tim untuk menyediakan wasit sendiri, atau membayar tambahan Rp50.000 jika ingin disiapkan oleh pengelola.
“Ini masih tahap uji coba. Nanti akan dievaluasi, baik oleh Pemda maupun pihak pelaksana,” imbuhnya.
Respons Bank Riau Kepri: Masih Diproses
Sementara itu, Kepala Cabang Bank Riau Kepri Syariah Pangkalan Kerinci, Bobi, saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp menyatakan bahwa proses CSR tersebut masih berjalan.
“Terkait itu lagi berproses dan sudah kita koordinasikan dengan Pemda Pelalawan,” tulis Bobi dalam pesan singkatnya.









