Malang,(Tabloidpilarpost.com) – Forum Group Discussion (FGD) bersama Anggota DPRD Kabupaten Malang digelar pada Jumat (12/09/2025) pukul 07.39 WIB hingga selesai. Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Strategis Organisasi Kepemudaan dalam Proses Pembangunan Demokrasi di Era Digitalisasi”. Pemuda dianggap sebagai agen perubahan yang cakap, adaptif, dan mampu menggerakkan transformasi ekonomi.
Acara ini diinisiasi sekaligus diisi oleh Abdul Ghofur, Anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi NasDem. Narasumber lain yang turut hadir yakni M. Khoirun, SE (Partai Golkar, Komisi 4), Nurmutiah (Fraksi PKB), serta Zulham Mubarak (Fraksi PDIP, Komisi 4).
Moderator kegiatan adalah Edy Purnomo (Plt. Kasipem Kecamatan Bantur), bersama perwakilan dari Kominfo Kabupaten Malang, yaitu Iwan dan Edwin Diaspora. Peserta yang hadir berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, seperti Karang Taruna, Banser, dan lainnya.

Dalam sambutannya, Edy Purnomo mewakili Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP, menyampaikan bahwa peran pemuda sangat strategis di tengah derasnya arus informasi. Banyak berita yang membingungkan masyarakat akibat maraknya aplikasi, termasuk AI. Pemuda diharapkan mampu membangun desa melalui digitalisasi sekaligus meluruskan informasi yang menyesatkan.
Narasumber pertama, Nurmutiah (Fraksi PKB), berharap agar perempuan juga dilibatkan dalam forum-forum strategis, terlebih di era globalisasi.
Selanjutnya, M. Khoirun, SE (Partai Golkar), menegaskan bahwa sebelumnya pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD hanya berfokus pada pembangunan fisik. Namun saat ini, Pokir juga mencakup aspek non-fisik. Bahkan pada tahun 2026, porsi Pokir akan dibagi rata, yakni 50% fisik dan 50% non-fisik.
Sementara itu, Zulham Mubarak (Fraksi PDIP) menjelaskan fungsi komisi-komisi DPRD Kabupaten Malang, khususnya Komisi 4 yang berfokus pada bidang kesejahteraan rakyat.
Abdul Ghofur dari Fraksi NasDem menekankan pentingnya keterlibatan pemuda di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi memudahkan penyebaran informasi, termasuk berita hoaks yang sulit disaring. Oleh karena itu, semua pemangku kepentingan harus memberikan edukasi dan pengetahuan yang jelas kepada masyarakat.
“Jangan mudah menerima berita yang tidak benar. Dampaknya bisa sangat berbahaya, bahkan menimbulkan kerusuhan dan penjarahan di negeri kita sendiri,” ujar Abah Ghofur.
Ia menambahkan, pemuda harus senantiasa mampu memfilter diri dan lingkungannya demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Di akhir kegiatan, ia juga mengapresiasi kolaborasi pemuda, khususnya Pesona Gondanglegi yang berhasil tampil di Senayan.
(Surya)
![]()









