Malang,(Tabloidpilarpost.com)Guna mendukung program swasembada pangan nasional pemerintahan Kecamatan Bantur bersama DPRD Kabupaten Malang melaksanakan acara FGD(Forum Disccusion Group) dengan tema “Optimalisasi Potensi Ketahanan Pangan Desa Bantur Kecamatan Bantur Kabupaten Malang pada hari Rabu(14/05/2025) Pukul 09.00 WIB sampai selesai di Pendopo Desa Bantur
Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber yaitu Ir.H.Kholiq M.A.P Wakil DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PKB, dan Amartha Faza,S.T,M.Sos Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Malang Fraksi Nasdem,H.Ali Murtadlo S.H,Komisi II Fraksi PKB , Mohammad Risqi Irvansyah Wakil Komisi III DPRD Kabupaten Malang Fraksi Gerindra .
Turut hadir yaitu Muspika Bantur dan Perwakilan Kadis Tanaman Pangan Holtikultura, Dan Perkebunan Kabupaten Malang, Perwakilan Kadis ketahanan pangan ,Dinas Perikanan,Perwakilan Kadis Peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Malang, Koordinator BPP Kecamatan Bantur dan Kades Bantur ,Kader PKK Desa Bantur dan Kelompok Tani.
Bertindak sebagai moderator Freda Pratama Putra ,S.Kom Kasubag Perencanaan dan evaluasi sekaligus mewakili Camat Bantur bertindak sebagai moderator.
Ir.H.Kholiq,M.A.P sebagai narasumber menyampaikan pemaparan terkait tentang landasan hukum dalam menjalankan ketahanan pangan,yang mana ketahanan pangan menurut UU Pangan Tahun 2012 adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya , aman beragam,bergizi,merata,dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat (ukuran kinerja) untuk hidup sehat ,aktif produktivitas secara berkelanjutan (outcome).
Juga Abah Kholiq menyampaikan latar belakang fokus optimalisasi ketahanan pangan potensi desa yaitu dalam rangka mewujudkan kecukupan pangan bagi seluruh desa dan pencapaian kemandirian pangan desa,memastikan desa terlepas dari kerawanan pangan,serta penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan dan hewani di desa.
Dan isu isu strategis yaitu tingginya alih fungsi lahan,adanya laju pertumbuhan penduduk yang tidak sebanding dengan produksi pangan.berkurangnya jumlah petani dan nelayan ( perubahan pola hidup dan urbanisasi) , keterbatasan ketersediaan bahan baku lokal dan terbatasnya industri pengelolahan bahan baku lokal dan kurang infrastruktur penunjang rendahnya cadangan /stok pangan dan akses pangan di daerah pulau terpencil,rendahnya tingkat keamanan pangan segar.
Beliau juga menyampaikan terkait tujuan ketahanan pangan di desa yaitu meningkatkan ketersediaan pangan baik hasil produksi masyarakat desa maupun dari lumbung pangan desa, meningkatkan keterjangkauan pangan bagi warga masyarakat desa,dan meningkatkan konsumsi pangan yang beragam ,bergizi seimbang,aman higienis,bermutu tidak bertentangan dengan agama ,keyakinan dan budaya masyarakat serta berbasis pada potensi sumber daya lokal.
Dalam kesempatan ini juga menyampaikan intensifikasi lahan milik warga masyarakat desa sebagai sumber produksi pangan keluarga dan strategi penguatan pangan.
Di lanjutkan narasumber Amarta Faza Anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi Nasdem sampaikan pilar ketahanan pangan, tujuan kebijakan pangan Indonesia,arah kebijakan pemerintah Kabupaten Malang,peran pemerintah desa dalam ketahanan pangan dan sampaikan 18 tujuan pembangunan berkelanjutan desa dan Implementasi SDGs desa terhadap ketahanan pangan desa .
Ali Murtadlo anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi PKB memaparkan apa itu apa itu ketahanan pangan,inovasi dan ketahanan pangan terbuka .
Mohamad Risqi Irvansyah anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi Gerindra sebagai narasumber menyampaikan tantangan dan potensi pertanian Indonesia, pentingnya swasembada pangan yang digagas Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk ketahanan pangan nasional .
Acara dilanjutnya dengan sesi tanya jawab dan usulan usulan di sampaikan dan di tanggapi oleh para narasumber acara berjalan dengan lancar. (Surya)









