Yogyakarta,(Tabloidpilarpost.com) – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus mendorong penerapan digitalisasi dan mekanisasi di sektor pertanian sebagai langkah strategis untuk mempercepat produksi padi nasional. Inovasi ini dinilai penting untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan meningkatnya kebutuhan beras masyarakat.
Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Jamhari, M.Sc., mengatakan digitalisasi bisa menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi produksi. Teknologi seperti sensor tanah, drone pemantau tanaman, hingga aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) diyakini dapat membantu petani dalam menentukan pola tanam yang tepat.
“Dengan teknologi digital, petani bisa mengetahui waktu terbaik menanam, kebutuhan air, serta strategi menghadapi hama. Sementara mekanisasi mempercepat proses panen dan pascapanen sehingga kualitas beras tetap terjaga,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).
Berdasarkan data Fakultas Pertanian UGM, kehilangan hasil padi di Indonesia bisa mencapai *10–12 persen setiap musim tanam*, atau setara jutaan ton beras per tahun. Dengan mekanisasi, angka tersebut bisa ditekan hingga separuhnya.
Dengan langkah ini, UGM optimistis Indonesia mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan daya saing beras di pasar global.
![]()









