Surabaya,(tabloidpilarpost.com) – Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat proses pembangunan Bozem (kolam penampungan air) di kawasan Tengger Kandangan, Kecamatan Benowo. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi luapan air hujan yang kerap terjadi saat musim penghujan, terutama mengingat cuaca saat ini mulai tidak menentu sejak awal Agustus 2025.
Lurah Kandangan, Aries Khresnamukti, S.STP, M.Si, menyampaikan bahwa pembangunan Bozem merupakan program strategis Pemkot Surabaya yang telah melalui proses panjang, termasuk penataan kawasan dan relokasi para pedagang yang sebelumnya beraktivitas di lokasi tersebut.
“Pembangunan ini bertujuan untuk mencegah banjir saat hujan deras. Para pedagang yang sebelumnya berada di area pembangunan Bozem telah dipindahkan dengan kesepakatan bersama,” jelas Aries.
Para pedagang tersebut kini menempati lokasi baru di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kandangan, yang jaraknya tidak jauh dari area Bozem. Relokasi ini dilakukan melalui pembinaan dari Camat Benowo, Lurah Kandangan, serta Dinas Koperasi dan UKM Kota Surabaya.
Camat Benowo, Dr. Denny C. T. AP., S.H., S.E., M.Si., M.H., M.Psi., M.M., M.A.P, menegaskan bahwa pembangunan Bozem ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi teknis pengendalian banjir, tetapi juga berdampak positif bagi warga sekitar.
“Harapannya, setelah Bozem selesai dibangun, tidak ada lagi genangan saat hujan turun. Kita ingin dampaknya benar-benar terasa secara positif bagi masyarakat,” ujar Denny.
Pembangunan Bozem Kandangan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Surabaya dalam membangun kota yang tangguh terhadap perubahan iklim dan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir.
(Ghonys)
![]()











