Mojokerto,(tablidpilarpost.com) – Suasana terasa berbeda dilingkungan Pondok pesantren Al-Magribi,Dusun Jiyu, Kutorejo Mojokerto, Sabtu 26 Juli 2025 Bukan untuk mengaji kitab atau mengikuti pengajian, namun puluhan wartawan dari berbagai media berkumpul untuk mengikuti Pembekalan dan Pelatihan Jurnalistik yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPC PWDPI) Sidoarjo.

Pelatihan yang berlangsung dua hari ini diikuti oleh 60 peserta dari 30 media kegiatan berlangsung
Ketua DPC PWDPI Sidoarjo,Agus Subakti menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali fungsi Jurnalistik yang profesional, sekaligus membekali wartawan dengan pengetahuan hukum dan etika di era digital
“Kami ingin membentuk jurnalis yang tidak hanya cakap menulis, tapi juga kuat secara hukum dan kokoh secara moral Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan di lapangan, penting bagi jurnalis untuk tahu cara melindungi diri dan tetap menjaga kode etik,”ujarnya saat membuka kegiatan
Materai pertama dibawakan oleh Supono,SH seorang paham aturan, kita bisa bertahan dari tekanan dan menjaga independensi,”tegas Supono
Sesi kedua menghadirkan Andre Yuris, wartawan Senior dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen ( AJI ) Surabaya.Ia membahas tehnik penulisan jurnalistik di tengah fenomena teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT yang mulai merambah ruang kerja jurnalis
“AI bisa membantu, tapi hati wartawan tak bisa diganti Algoritma , Wartawan tetap harus punya sikap , verifikasi,dan tanggung jawab , jangan tergoda jadi penyalin cepat tapi kehilangan makna,”terang Andre dalam pemaparannya yang disambut antusias peserta
Salah satu peserta,Nina jurnalis media daring lokal, mengungkap kesannya terhadap kegiatan ini
“Saya baru pertama ikut pelatihan yang materinya padat tapi tetap membumi.Soal perlindungan hukum dan tantangan AI sangat relevan ini bukan cuma pelatihan, tapi penguatan integritas,”ujarnya
Malam harinya , pelatihan dilanjutkan sesi ketiga yang dimulai pukul 19.30 WIB.KH Rakay Muhammad.S.kom memberikan materi bertajuk Filosofi Jurnalistik ,mengajak peserta demi Amplop.jurnalis itu penjara nurani publik . kalau wartawan jatuh demi uang ,maka masyarakat akan kehilangan arah,”ujar Kyai Rakay disela-sela cofe break dengan nada menohok namun menyentuh.
Kegiatan pelatihan ini akan berlanjut Minggu 27 Juli 2025 mulai pukul.09.00 WIB,dengan sesi pelatihan
photo journalism dengan menggunakan handphone atau photopone.Materi akan disampaikan oleh fotografer kenamaan Mamuk Ismuntoro, yang telah mengharumkan Indonesia di berbagai forum fotografi Internasional
Dengan lokasi yang menenangkan dan jauh dari hiruk-pikuk kota, pelatihan jurnalistik kali tak sekedar mengasah ketrampilan, tetapi juga menjadi ruang kontempelasi bagi wartawan untuk kembali ruh profesi: menyuarakan kebenaran dengan hati yang jujur dan pikiran yang merdeka (AG/M/Ghonys)
![]()









