Waykanan, (Tabloidpilarpost.com), UPT, USPIKA, Kepala Sekolah SMA, SMK, se Kecamatan Negeri Agung ketua Karang Taruna Kecamatan Negeri Agung Berlangsung di aula Kecamatan Negeri Agung acara tersebut di buka oleh Sekcam Sadikul Husna, dan dilanjutkan pengarahan Camat Negeri Agung Bpk Hepi Heriyanto rakor membahas antara lain keamanan Kecamatan Negeri Agung.
HUT RI kecamatan Negeri Agung perlombaan se Kecamatan Negeri Agung dan masih banyak lainnya dalam sambutannya Camat Negeri Agung menyampaikan arahan pada peserta rakor untuk lebih aktif sesuai tugas dan fungsinya disampaikan juga di rakor tersebut masih kekurangan anggota babin dan Babinkantimas untuk itu Camat dan ketua APDESI segera membahas bersama Kapolsek dan Dandim untuk memenuhi petugas yang ada di kecamatan Negeri Agung.
Juga akan melibatkan anggota TNI AL yang bertugas di Negeri Agung dalam rangka mengamankan wilayah
Disimpulkan juga bahwa SMA N 1 Negeri Agung sebagai petugas paskibraka namun berdasarkan perwakilan laporan dari SMAN 1 Negeri Agung anggota paskibraka belum mempunyai seragam dan atribut dalam hal ini Camat Negeri Agung akan berkomunikasi dengan Kepala Sekolah SMA N Negeri Agung.
kemudian juga disimpulkan untuk HUT RI ke 80 , akan diselenggarakan juga pertandingan sepak bola dan volly ball se Kecamatan Negeri Agung sepakbola akan dilaksanakan di Kampung Tanjung Rejo pertandingan bola volly akan diselenggarakan di Kampung Bandar Dalam dengan biaya pendaftaran Rp. 250.000 per tim untuk itu dihimbau kepada Kepala Kampung untuk dapat mengirimkan atlit atau timnya
Dalam rakor tersebut ditemukan juga permasalahan yang disampaikan oleh Kepala Kampung Bandar Dalam Hasani selaku ketua APDESI yaitu tentang pembagian beras yang serentak di bagian pada hari ini adapun permasalahan tersebut adalah kurang tepatnya sasaran penerima dan penurunan jumlah penerimaan.

Ada warga yang berkecukupan mendapatkan bantuan beras bersubsidi di sisi lain ada warga yang kurang mampu tidak mendapatkan hal ini menimbulkan gelombang pertanyaan dam protes dari warga yang dirasa tidak tepat sasaran untuk itu Bpk Hasani menghimbau kepada petugas petugas BPS dan pendamping PKH di lapangan untuk mendata yang lebih akurat dan tepat hal ini mengakibatkan para Kepala kampung mendapatkan imbas negatif diharapkan pemerintah yang berwenang dan kompeten untuk dapat membenahi ujar Hasani setengah marah.
![]()









