Karawang, (tabloidpilarpost.com) – Warga Desa Sukaluyu Terluka
dan dihina Oleh Oknum HRD
PT BSS lari dari tanggung
Jawab atas penderitaan Warga
Desa Sukaluyu karna di
abaikan oleh Oknum PT BSS
KIIC Karawang,Warga Desa Sukaluyu dan Karang Taruna Sukaluyu usai mediasi di harapkan menjadi jalan dami,justru menjadi penghinaan bagi Warga Desa
Sukaluyu,Kabupaten Karawang,Jawa Barat, Selasa (3/6/2015).
M Jaenudin selaku perwakilan
masyarakat Desa Sukaluyu mengatakan mereka datang sejak pagi meninggalkan rumah,ladang,dan pekerjaan, demi satu harapan: bertemu langsung dengan pihak perusahaan, terutama Sachou, sang pengambil keputusan namun harapan itu hancur saat yang datang hanyalah utusan tanpa wewenang, sementara sosok yang paling bertanggung jawab atas derita mereka oknum HRD yang selama ini bersembunyi di balik kebijakan sepihak justru lari, sembunyi, dan tak berani muncul kami datang membawa suara rakyat. Tapi apa yang kami dapat diperlakukan seperti tak bernilai,harga diri kami diinjak,”Ucapnya.
Lanjut M Jaenudin selama ini
Warga Desa Sukaluyu menahan diri mengganggu, tak membuat keributan tapi kesabaran mereka seolah dibalas dengan pengkhianatan yang kami minta hanya sedikit keberanian dan rasa hormat. Tapi justru yang datang adalah kesombongan dan pengecut dari seorang oknum HRD yang bahkan tak pantas disebut pegawai.
Penderitaan warga bukanlah isapan jempol. Ketimpangan, pengabaian dan komunikasi yang ditutup-tutupi membuat luka menganga di tengah-tengah masyarakat. Namun harapan untuk diperhatikan itu justru dipatahkan oleh ketidakhadiran Sachou dan keberanian palsu sang HRD.
“Dia ini Biang Masalah,Tapi tidak berani berdiri di depan warga hari ini dia menghina kami bukan hanya dengan ucapan, tapi dengan diam dan ketidakhadirannya,”kata Zaenudin.
Ketua Karang Taruna Roby Kecamatan Telukjambe Timur, Asep Ruhiyat,menambahkan bahwa perlakuan ini sudah terlalu jauh. Ia menyebut tindakan perusahaan dan oknum HRD itu sebagai bentuk nyata pengabaian terhadap penderitaan rakyat.
Warga Kami Diperlakukan seperti debu mereka datang membawa harapan, tapi dipulangkan dengan rasa terluka. Dan semua karena satu orang pengecut yang tak punya nyali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,”Ungkapnya.
Robby, Ketua Karang Taruna Desa Sukaluyu, pun tak kuasa menahan rasa kecewanya. Ia menyebut bahwa sebagian warga bahkan pulang dengan air mata karena merasa dihina di hadapan banyak orang.
Ini bukan soal kebijakan semata,ini soal hati. Dan hari ini, hati warga Sukaluyu diremukkan karena satu orang pengecut, satu orang yang sembunyi saat seharusnya bicara. Perusahaan harus segera sadar, orang seperti ini bukan aset dia racun,”kata Robby.
![]()









