Karanganyar,(tabloidpilarpost.com) – acara Pengajian Keputrian PAC LDII Ngringo berlangsung dengan penuh semangat di Masjid Baitul Fath, Winong, Jateng, Karanganyar. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini dihadiri oleh puluhan putri dari remaja hingga ibu-ibu, menunjukkan antusiasme tinggi untuk menggali pengetahuan dalam mendidik generasi penerus. Kamis,(17/10/2024),
Pengajian ini mengusung tema “Mengantar Jariyahku Menjadi Generasi Unggulan” dan menghadirkan narasumber Ibu Antin Okfitasari, SE, M.Si, Ak, CA, AB, BKP, Asean CPA. Dalam sambutannya, Ketua PAC LDII Ngringo, H. Suparman, menekankan pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter anak, mengingat ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Materi yang disampaikan Ibu Antin menggarisbawahi beberapa poin penting. Ia menjelaskan, pendidikan berbasis agama dan moral sangat krusial dalam membentuk karakter generasi penerus yang unggul, terutama di era digital saat ini. “Setiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda, dan sebagai ibu, kita harus memahami cara mendidik yang sesuai dengan sifat masing-masing generasi,” ujarnya.
Dalam konteks tema pengajian, Ibu Antin mengartikan “jariyah” sebagai amal yang akan terus mengalir bahkan setelah kita meninggal dunia. Menurutnya, ibu harus menjadi yang pertama dalam mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak, mulai dari cara sholat hingga huruf hijaiyah, yang merupakan dasar dalam membaca Al-Qur’an.
Acara ini juga membahas tantangan yang dihadapi para ibu di era modern, di mana anak-anak dapat dengan mudah mengakses informasi. “Di zaman digital, anak bisa mendapatkan informasi dengan cepat, yang bisa memengaruhi karakter dan daya juang mereka,” kata Ibu Antin. Sebagai solusinya, ia menyarankan adanya waktu khusus antara orang tua dan anak, serta pentingnya doa untuk membimbing anak-anak mereka.
Pengajian ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memotivasi para peserta untuk lebih berkomitmen dalam mendidik anak-anak mereka. Ibu Antin menekankan, “Pahala mendidik anak akan terus mengalir walaupun kita sudah tiada, dan ketika anak-anak kita memiliki akhlak yang baik, derajat orang tua pun akan terangkat.”
Setelah pengajian, peserta menyampaikan antusiasme mereka terhadap materi yang disampaikan. Beberapa peserta mengapresiasi solusi yang ditawarkan, meski mengeluhkan waktu diskusi yang terbatas. H. Suparman berharap kegiatan ini akan berlanjut dengan program-program berkelanjutan, seperti workshop parenting, untuk lebih mendalami pola asuh yang tepat bagi generasi unggul.
Acara ini merupakan langkah awal LDII PAC Ngringo dalam menjembatani pengetahuan dan praktik terbaik dalam pendidikan anak. Dengan mengoptimalkan peran ibu sebagai pendidik utama, diharapkan generasi mendatang dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. (Ghoni)
![]()









