Muara Enim, (tabloidpilarpost.com) — Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Desa 3 Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 18.20 WIB, bertepatan dengan waktu salat Magrib.
Lokasi rumah berada di dekat Jalan Lintas Prabumulih–Palembang, tidak jauh dari Masjid Baitul Iman Desa Panang Jaya. Kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang warga yang baru pulang kerja dan melintas di sekitar lokasi.
Melihat api menyala di dalam rumah, warga tersebut langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar kemudian berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Niko, salah seorang warga yang ikut membantu pemadaman, menceritakan bahwa dirinya langsung menuju lokasi setelah mendengar teriakan warga.
“Saya mendengar teriakan ‘rumah kebakaran’, lalu saya menuju sumber suara dan berupaya memadamkan api. Api sangat besar, namun alhamdulillah berkat kekompakan warga, api bisa dipadamkan,” ujarnya.
Hengki, warga lainnya, mengatakan upaya pemadaman secara manual dilakukan hingga petugas datang membantu menangani sisa api.
“Kejadian terjadi saat orang sedang salat Magrib. Kami langsung memadamkan api dengan alat seadanya. Tidak selang lama, sekitar pukul 18.50 WIB, mobil Damkar Gunung Megang tiba untuk memadamkan sisa-sisa api,” jelasnya.
Berkat respons warga dan bantuan petugas, api akhirnya berhasil dikendalikan. Meski demikian, rumah beserta sejumlah barang di dalamnya mengalami kerusakan.
Pemilik rumah, Ra’up, mengungkapkan bahwa saat kebakaran terjadi, dirinya sedang menunaikan salat di masjid. Ia baru mengetahui musibah tersebut setelah mendengar keributan warga.
Ra’up mengaku khawatir terhadap keselamatan anaknya yang saat itu berada di rumah. Berdasarkan dugaan pribadi, ia menduga kebakaran berkaitan dengan aktivitas anaknya yang bermain dengan kompor atau api.
“Anak saya memang anak-anak yang suka main api,” ungkapnya dengan nada menyesal.
Namun, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk mengetahui sumber api dan kronologi secara menyeluruh.
Kerugian materiil akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Nilai kerugian tersebut masih berupa perkiraan dan belum disebutkan sebagai hasil pendataan resmi.
Solidaritas warga terlihat dalam upaya penanganan kebakaran. Sejumlah warga, perangkat desa, dan aparat turut membantu memadamkan api serta memastikan situasi di sekitar rumah terkendali.
Mereka yang disebut terlibat antara lain Sekretaris Desa Putra Firnado, Kepala Dusun Hariansyah, tetangga korban Ibransyah Alam, serta Babinsa Dani. Para jamaah Masjid Baitul Iman juga ikut membantu proses pemadaman.
Ramdani, Babinsa Gunung Megang, mengatakan dirinya kebetulan melintas setelah menyelesaikan tugas dan langsung bergabung dengan warga.
“Pada saat api membesar, kebetulan saya lewat baru pulang dari tugas. Saya langsung ikut memadamkan api. Alhamdulillah, berkat kekompakan dan bantuan warga, api berhasil dijinakkan,” kata Ramdani.
Kebersamaan tersebut menjadi bukti pentingnya kepedulian masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, terutama ketika bantuan resmi masih dalam perjalanan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah, terutama apabila terdapat anak-anak yang belum memahami bahaya api.
Orang tua diimbau memastikan kompor dan sumber api dalam kondisi aman serta tidak membiarkan anak bermain dengan korek api, kompor, atau benda lain yang berpotensi memicu kebakaran tanpa pengawasan.
Masyarakat atau pihak yang ingin memberikan bantuan kepada keluarga Ra’up dapat mendatangi kediamannya di Jalan Lintas Prabumulih–Palembang, Desa 3 Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, dekat Masjid Baitul Iman.
Diharapkan bantuan dan kepedulian masyarakat dapat meringankan beban keluarga yang terdampak musibah tersebut.









