Malang, (tabloidpilarpost.com) – Ratusan warga memadati halaman rumah dan jalan di sekitar kediaman Kepala Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Minggu (11/10/2026). Mereka mengikuti kegiatan senam bersama yang diinisiasi Paguyuban Senam Bhinneka Tunggal Ika Kecamatan Bantur.
Kegiatan yang diikuti 20 tim senam dari berbagai wilayah di Kecamatan Bantur tersebut berlangsung meriah. Selain menjadi ajang olahraga untuk menjaga kebugaran, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi, membangun kerukunan, dan memperkuat kebersamaan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ir. H. Kholiq, M.AP., yang akrab disapa Abah Kholiq. Kehadirannya disambut Kepala Desa Pringgodani H. Abdul Malek, pengurus paguyuban, peserta senam, serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Pringgodani, H. Abdul Malek, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut di wilayahnya. Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak sehingga acara dapat berlangsung dengan meriah.
Kehadiran pimpinan DPRD Kabupaten Malang di tengah masyarakat desa diharapkan dapat menambah semangat warga untuk aktif dalam kegiatan positif, khususnya olahraga dan aktivitas sosial kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Abah Kholiq menegaskan bahwa senam bersama bukan sekadar kegiatan untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menjadi momentum membangun kebersamaan di tingkat masyarakat.
“Kegiatan senam bersama yang diikuti 20 tim ini bukan sekadar untuk menjaga kebugaran fisik, melainkan momentum penting untuk memupuk kebersamaan dan kerukunan warga di tingkat akar rumput. Kami di jajaran legislatif, khususnya dari Fraksi PKB, berkomitmen penuh untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan siap mengawal setiap aspirasi pembangunan yang ada di Kecamatan Bantur demi kemajuan Kabupaten Malang,” ujar Abah Kholiq.
Ia juga mendorong agar kegiatan kemasyarakatan seperti ini terus dilaksanakan sebagai ruang interaksi warga sekaligus sarana menyampaikan aspirasi secara langsung.
Suasana semakin semarak ketika 20 tim senam mulai menampilkan gerakan masing-masing dengan iringan musik yang energik. Setiap kelompok menunjukkan kekompakan dan kreativitas di hadapan peserta serta warga yang hadir.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana olahraga dapat menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Semangat Bhinneka Tunggal Ika yang diusung paguyuban pun tercermin dalam kebersamaan para peserta.
Ketua Paguyuban Senam Bhinneka Tunggal Ika Kecamatan Bantur, Hj. Indahyani, mengatakan kegiatan itu dirancang untuk mempererat persatuan melalui aktivitas yang dapat dinikmati berbagai kalangan.
“Melalui wadah Paguyuban Senam Bhinneka Tunggal Ika, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, dan hari ini kita buktikan dengan olahraga bersama di Desa Pringgodani. Antusiasme luar biasa dari 20 tim senam yang hadir hari ini menjadi bukti bahwa masyarakat Bantur sangat kompak dan rukun,” ungkapnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, termasuk Abah Kholiq yang hadir memberikan semangat kepada para peserta.
Hj. Indahyani juga menyampaikan bahwa paguyuban menerima bantuan pembinaan sebesar Rp1.000.000. Bantuan tersebut, menurut keterangannya, diharapkan dapat mendukung kegiatan dan pengembangan organisasi ke depan.
Selain senam bersama, kegiatan diisi dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada sejumlah pegiat senam yang telah berpartisipasi dalam lomba senam tingkat Kabupaten Malang dengan mewakili Kecamatan Bantur.
Abah Kholiq bersama Kepala Desa Pringgodani dan perangkat desa turut mengikuti senam bersama, berbaur dengan para peserta dalam suasana penuh keakraban.
Acara berlangsung tertib dan penuh kegembiraan. Melalui kegiatan tersebut, Paguyuban Senam Bhinneka Tunggal Ika Kecamatan Bantur berharap budaya hidup sehat, semangat persatuan, dan hubungan sosial yang harmonis dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersamaan di tingkat desa dapat dibangun melalui aktivitas sederhana yang melibatkan partisipasi aktif warga.








