Muara Enim, (Tabloidpilarpost.com), Euforia beroperasinya pabrik kelapa sawit baru milik PT Agronusa Prima Sawita (APS) di Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, mendadak tercoreng insiden kecelakaan kerja.
Baru sekitar sepekan beroperasi, seorang pekerja operasional boiler berinisial A (38) mengalami luka bakar serius dalam insiden di area mesin boiler, Senin (21/9/2026).
Korban yang merupakan warga Dusun II, Desa Talang Nangka, tersebut kini menjalani perawatan intensif di RSUD H.M. Rabain Muara Enim, setelah sebelumnya mendapat penanganan di Puskesmas Gunung Megang. Tingkat luka bakar korban disebut mencapai sekitar 45 persen.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian, terutama menyangkut penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tengah fase awal operasional pabrik.
Kapolsek Gunung Megang melalui Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut.
Pihak kepolisian saat ini melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian kejadian sekaligus memastikan apakah terdapat dugaan kelalaian atau pelanggaran prosedur keselamatan dalam insiden tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tabloid Pilar Post, kecelakaan diduga bermula ketika terjadi penyumbatan debu pada bagian Air Lock mesin boiler merek Boilermech Sdn BHD.
Dalam situasi tersebut, korban disebut berupaya menangani penyumbatan dengan mengetuk bagian Main Hole secara manual.
Namun, ketika tindakan tersebut dilakukan, material panas dari dalam sistem diduga keluar dan mengenai tubuh korban sehingga menyebabkan luka bakar serius.
Rangkaian kejadian tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman aparat untuk memastikan bagaimana prosedur penanganan gangguan mesin seharusnya dilakukan dan apakah seluruh tahapan keselamatan telah diterapkan.
Hal lain yang menjadi sorotan adalah kondisi pabrik yang masih berada dalam tahap awal operasional atau commissioning.
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa mesin boiler tersebut masih berada dalam pengawasan kontraktor Boilermech Sdn BHD sejak 12 September 2026.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan protokol keselamatan, pembagian kewenangan antara operator dan teknisi, hingga mekanisme penanganan ketika terjadi gangguan pada mesin.
Apakah pekerja telah mendapatkan instruksi yang memadai?
Apakah SOP penanganan penyumbatan mesin telah disosialisasikan secara jelas?
Dan apakah pengawasan terhadap pekerjaan di area boiler telah berjalan sebagaimana mestinya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Dalam proses penyelidikan, polisi disebut telah meminta keterangan dari sejumlah pihak internal PT APS.
Di antaranya Mill Manager Iko Yupran (48), Asisten Proses Wahyu (35), serta dua helper, yakni Dendra Pradana (18) dan Radi (23).
Keterangan para saksi tersebut diharapkan dapat membantu aparat merekonstruksi rangkaian kejadian, termasuk kondisi mesin sebelum insiden, aktivitas korban saat kejadian, prosedur kerja yang berlaku, serta sistem pengawasan keselamatan di area boiler.
Namun demikian, status para pihak yang dimintai keterangan tersebut perlu dibedakan dari pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Hingga terdapat hasil penyelidikan resmi, dugaan kelalaian tidak dapat serta-merta disimpulkan sebagai kesalahan individu maupun manajemen.
Kecelakaan kerja di tengah masa awal operasional pabrik menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan harus berjalan beriringan dengan target produksi.
Area boiler memiliki risiko kerja yang tinggi sehingga prosedur operasi, pelatihan pekerja, penggunaan alat pelindung diri, pengawasan teknis dan mekanisme penanganan gangguan harus benar-benar diterapkan.
Publik kini menunggu penjelasan PT APS mengenai langkah evaluasi setelah kejadian tersebut.
Terutama terkait SOP K3, pelatihan operator, pengawasan kontraktor, sistem izin kerja, prosedur penanganan penyumbatan, hingga evaluasi terhadap mesin yang masih dalam tahap commissioning.
Sebab, target produksi tidak boleh mengesampingkan keselamatan pekerja.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan medis. Sementara proses pendalaman oleh kepolisian masih berlangsung untuk memastikan penyebab dan rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Tabloid Pilar Post membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak PT Agronusa Prima Sawita (APS) maupun pihak terkait lainnya mengenai insiden tersebut.









