TabloidPilarPost.com | LEBAK, BANTEN — Keluarga pasien bocah berusia 7 tahun membantah pernah meminta pelayanan khusus maupun ruang VIP saat membawa anaknya ke Puskesmas Warunggunung, Kabupaten Lebak.
Ayah pasien, Budiman, mengatakan kedatangan istrinya ke puskesmas semata-mata untuk mendapatkan penanganan medis karena kondisi anaknya mengalami demam tinggi.
“Saya membantah pernyataan pihak Dinkes Lebak yang menyatakan bahwa saya meminta ruang VIP atau dilayani secara khusus. Kami tidak pernah mengatakan hal itu. Kami hanya ingin anak kami ditangani,” ujar Budiman, Rabu (23/9/2026).
Menurut Budiman, saat berada di puskesmas, petugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap anaknya. Setelah pemeriksaan tersebut, pihak keluarga kemudian diminta kembali ke rumah.
Ia mengaku keberatan dengan informasi yang menyebut keluarganya meminta ruang VIP karena, menurutnya, hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang dialami keluarganya saat membawa anaknya berobat.
“Sekali lagi saya nyatakan, kami tidak pernah meminta ruangan VIP di puskesmas. Kami hanya ingin anak kami ditangani karena saat itu kondisinya panas tinggi,” katanya.
Budiman menambahkan, apabila fasilitas rawat inap di puskesmas dalam kondisi penuh, pihaknya berharap anak tetap mendapatkan penanganan medis atau mendapatkan rujukan ke rumah sakit.
Saat ini, kata Budiman, anaknya masih menjalani perawatan di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung. Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga, anak tersebut dinyatakan mengalami demam berdarah dengue (DBD).
“Sekarang anak saya masih dirawat di RSUD Adjidarmo. Mudah-mudahan bisa segera pulih kembali,” harapnya.
Budiman meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan Puskesmas Warunggunung memberikan klarifikasi secara terbuka terkait informasi mengenai adanya permintaan ruang khusus atau VIP dari keluarganya.
Menurutnya, penjelasan secara terbuka diperlukan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia juga ingin meluruskan informasi yang menurutnya dapat menimbulkan kesan bahwa keluarganya meminta perlakuan khusus ketika membawa anaknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Saya meminta pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas Warunggunung membuka klarifikasi terkait pernyataan tersebut. Kalau memang keluarga Budiman disebut meminta ruangan khusus atau VIP, saya ingin itu dijelaskan secara terbuka. Karena kami tidak pernah meminta ruangan khusus ataupun VIP,” tegasnya.
Selain meminta klarifikasi, Budiman berharap Pemerintah Kabupaten Lebak dapat melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Warunggunung agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak telah meminta Puskesmas Warunggunung memberikan kronologi terkait kejadian tersebut.
Sekretaris Dinkes Lebak, Endang Komarudin, mengatakan pihaknya masih melakukan pencocokan informasi antara keterangan dari pihak puskesmas dengan informasi dari pihak klinik.
“Tinggal nanti dari pihak kliniknya seperti apa, mau kami samakan persepsinya,” kata Endang.
Menurut Endang, terdapat perbedaan antara informasi yang beredar dengan laporan yang diterima dari Puskesmas Warunggunung. Berdasarkan laporan puskesmas, suhu tubuh pasien disebut tidak mencapai 40 derajat Celsius.
Endang juga menyampaikan bahwa berdasarkan versi Puskesmas Warunggunung, kejadian tersebut bukan merupakan penolakan pelayanan.
Menurut versi puskesmas, pihak keluarga menginginkan kamar sendiri, sementara Puskesmas Warunggunung disebut tidak memiliki fasilitas ruang VIP atau kamar khusus untuk satu pasien.
“Dalam arti begini, itu bukan penolakan, melainkan keinginan pasien yang tidak bisa dilaksanakan di puskesmas. Karena keluarga pasien ingin kamar sendiri, itu versi puskesmas,” ujarnya.
“Nah, kita kan tidak ada ruang VIP atau ruang sendiri. Jadi bergabung dengan yang lainnya, pasien lain,” sambungnya.
Endang juga menyebut pihak keluarga sempat menyampaikan keinginan agar dilakukan fogging.
Perbedaan keterangan antara pihak keluarga pasien dan versi Puskesmas Warunggunung tersebut menjadi bagian penting yang perlu dijelaskan secara terbuka agar kronologi kejadian dapat diketahui secara utuh.
Pihak keluarga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak maupun Puskesmas Warunggunung dapat memberikan penjelasan secara transparan, sehingga persoalan pelayanan tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
TabloidPilarPost.com masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak maupun Puskesmas Warunggunung sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Kaperwil Banten









