Trenggalek, (tabloidpilarpost.com) – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menggelar sosialisasi pembangunan pengendali banjir Sungai Temon Tahun Anggaran 2026 bersama masyarakat di Balai Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, Rabu (9/9/2026).
Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai rencana pekerjaan, tahapan pelaksanaan, potensi dampak, hingga manfaat pembangunan pengendali banjir bagi warga yang berada di sekitar aliran Sungai Temon.
Dalam pemaparannya, perwakilan BBWS Brantas menyampaikan proyek tersebut dikerjakan oleh PT Jaya Raya Konstruksi Abadi dengan nilai kontrak sekitar Rp4,4 miliar.
Pekerjaan memiliki masa pelaksanaan selama 170 hari kalender, terhitung mulai 10 Juli 2026 hingga 30 Desember 2026.
Perwakilan BBWS Brantas, Danu Rendra, menjelaskan sejumlah pekerjaan yang menjadi output proyek pengendalian banjir Sungai Temon.
Di antaranya pembangunan retaining wall sepanjang sekitar 200 meter, siklop sekitar 60 meter, satu buah pintu air dan pasangan (PAS), serta bronjong sepanjang sekitar 150 meter.
“Output dari kegiatan ini berupa pembangunan Retaining Wall sepanjang ±200 meter, Siklop ±60 meter, 1 buah Pintu Air dan Pas, serta Bronjong ±150 meter. Tujuannya jelas, untuk mengurangi risiko banjir dan melindungi permukiman warga di bantaran Sungai Temon,” jelas Danu Rendra.
Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengendalian aliran sungai sekaligus memberikan perlindungan terhadap kawasan permukiman masyarakat, khususnya di wilayah Desa Ngares.
Sosialisasi turut dihadiri perwakilan Dinas PUPR Trenggalek, Kecamatan Kota, Danramil Trenggalek, Bhabinkamtibmas Desa Ngares, pihak kontraktor serta masyarakat yang terdampak maupun berada di sekitar lokasi pekerjaan.
Masyarakat menyambut positif rencana pembangunan tersebut.
Imam, salah seorang warga, berharap pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai rencana dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan melibatkan tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Harapan tersebut menjadi perhatian penting mengingat pembangunan selain ditujukan untuk mengurangi risiko banjir, juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar selama masa pelaksanaan proyek.
Melalui kegiatan sosialisasi, BBWS Brantas bersama pemerintah daerah, kontraktor dan masyarakat membangun pemahaman yang sama terkait pelaksanaan pekerjaan.
Keterbukaan informasi mengenai rencana pekerjaan dinilai penting agar masyarakat mengetahui tahapan proyek sekaligus memahami dampak yang mungkin muncul selama proses pembangunan berlangsung.
Dengan adanya komunikasi antara pelaksana proyek dan masyarakat, diharapkan potensi kesalahpahaman dapat diminimalkan sehingga pekerjaan dapat berjalan aman, tertib dan sesuai target.
Proyek senilai sekitar Rp4,4 miliar tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat dari ancaman banjir melalui pembangunan retaining wall sekitar 200 meter, siklop 60 meter, bronjong 150 meter, serta infrastruktur pengendali air lainnya.
Dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar pembangunan pengendali banjir Sungai Temon dapat berjalan lancar, tepat waktu, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi keselamatan warga Desa Ngares.
![]()









