Malang, (tabloidpilarpost.com) – Pemerintah Desa Kanigoro bekerja sama dengan UPT Puskesmas Pagelaran menggelar Workshop Peningkatan Kualitas Bidang Kesehatan bagi Kader Posyandu di Balai Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader Posyandu sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui penerapan strategi Integrasi Layanan Primer (ILP).
Fokus utama workshop adalah transformasi tata kelola Posyandu agar pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara lebih komprehensif, terintegrasi, dan menjangkau seluruh kelompok usia masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Desa Kanigoro, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Kanigoro, serta puluhan kader dari 12 Posyandu yang ada di wilayah desa setempat.
Melalui penerapan strategi ILP, pelayanan Posyandu yang sebelumnya lebih banyak berbasis pada program tertentu diarahkan menuju pendekatan pelayanan berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Penjabat Kepala Desa Kanigoro, Sutrisno, menegaskan komitmen Pemerintah Desa Kanigoro dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat dasar.
Menurutnya, workshop tersebut bukan sekadar kegiatan pelatihan bagi kader, melainkan bagian penting dari upaya menyesuaikan tata kelola pelayanan kesehatan desa dengan program dan kebijakan nasional.
“Workshop ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan langkah penting bagi Desa Kanigoro untuk menyelaraskan diri dengan program nasional terkait tata kelola kesehatan dasar. Dengan strategi ILP ini, kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga, mulai dari bayi hingga lansia, yang luput dari pemantauan kesehatan berkualitas,” ujar Sutrisno.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Kanigoro siap memberikan dukungan sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku, termasuk dalam penyediaan sarana serta kebutuhan pendukung bagi kader Posyandu.
“Pemerintah desa siap memberikan dukungan anggaran dan sarana yang dibutuhkan agar para kader dapat bertugas secara maksimal dan profesional di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Kanigoro, Ely Kurniawati, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan keluarga di tingkat masyarakat.
Menurutnya, penerapan sistem pelayanan terintegrasi membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, terutama para kader yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Kader Posyandu adalah jantung pelayanan kesehatan di tingkat dusun. Lewat strategi ILP ini, para kader dituntut untuk memahami sistem administrasi dan tata pelayanan yang lebih terintegrasi,” ujar Ely Kurniawati.
Meski demikian, ia optimistis para kader Posyandu di Desa Kanigoro mampu mengikuti perubahan sistem tersebut.
“Saya optimistis ibu-ibu kader di Desa Kanigoro memiliki semangat belajar yang tinggi. TP PKK akan terus melakukan pendampingan agar transisi menuju tata kelola Posyandu yang lebih terintegrasi dapat berjalan lancar dan tetap ramah bagi masyarakat,” tambahnya.
Perwakilan UPT Puskesmas Pagelaran, Wiwik, menjelaskan bahwa penerapan strategi Integrasi Layanan Primer merupakan bagian dari penguatan pelayanan kesehatan berbasis pendekatan preventif dan promotif.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada penanganan masyarakat yang telah mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan deteksi dini.
“Penerapan strategi ILP mengedepankan penguatan upaya preventif dan promotif yang terstruktur dalam siklus hidup masyarakat. Kami dari UPT Puskesmas Pagelaran mengapresiasi respons cepat Pemerintah Desa Kanigoro dalam mendukung penerapan strategi ini,” ungkap Wiwik.
Ia menambahkan, tata kelola pelayanan yang lebih terintegrasi diharapkan dapat membantu pencatatan data kesehatan masyarakat menjadi lebih tertib dan akurat.
“Melalui tata kelola baru ini, pencatatan data kesehatan warga diharapkan menjadi lebih rapi, sementara deteksi dini terhadap berbagai persoalan kesehatan dapat segera dilakukan dan dilaporkan secara berjenjang ke puskesmas,” katanya.
UPT Puskesmas Pagelaran juga menyatakan akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap kader Posyandu guna meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Workshop peningkatan kualitas kader Posyandu tersebut berlangsung dengan suasana tertib dan penuh antusiasme. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait tata kelola pelayanan Posyandu yang lebih terintegrasi serta penguatan peran kader dalam mendukung kesehatan masyarakat.
Melalui sinergi antara Pemerintah Desa Kanigoro, TP PKK, kader Posyandu, dan UPT Puskesmas Pagelaran, penerapan Posyandu berbasis Integrasi Layanan Primer diharapkan dapat berjalan secara optimal.
Pemerintah Desa Kanigoro berharap peningkatan kapasitas kader ini mampu memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Dengan penguatan kolaborasi seluruh unsur, Desa Kanigoro diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan pelayanan Posyandu berbasis ILP di wilayah Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.









