Surabaya, (tabloidpilarpost.com) – Warga Surabaya Barat dan sekitarnya dibuat terkejut dengan turunnya hujan mendadak pada Jumat pagi (12/06/2026). Setelah beberapa bulan wilayah tersebut nyaris tidak diguyur hujan, cuaca pagi yang awalnya mendung gelap berubah menjadi hujan yang turun cukup deras.
Hujan mulai mengguyur sekitar pukul 06.15 WIB hingga 08.30 WIB. Fenomena hujan yang datang secara tiba-tiba ini oleh sebagian warga disebut sebagai hujan “kagetan” karena terjadi tanpa tanda-tanda hujan yang biasa muncul pada musim penghujan.
Turunnya hujan tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat yang hendak berangkat bekerja maupun menjalankan rutinitas sehari-hari. Sejumlah pengendara terlihat berteduh di sepanjang jalan karena tidak siap menghadapi hujan yang turun mendadak.
Dampak paling terasa dirasakan para pedagang di Pasar Sikatan, Kecamatan Tandes. Hujan yang mengguyur sejak pagi membuat aktivitas jual beli menjadi lesu karena minimnya pembeli yang datang ke pasar.
Sakrim, salah seorang pedagang sayur di Pasar Sikatan, mengaku tetap berangkat lebih awal untuk berjualan meski cuaca terlihat kurang bersahabat.
“Saya datang dari rumah sebelum hujan turun deras. Biasanya pagi pasar ramai, tapi hari ini pembeli sangat sepi karena hujan datang tiba-tiba,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pihak pengelola Pasar Sikatan. Menurut mereka, hujan mendadak di pagi hari berdampak langsung terhadap jumlah pengunjung yang datang ke pasar.
“Sangat disayangkan karena para pedagang berharap mendapatkan pembeli sejak pagi. Namun karena hujan turun cukup deras, aktivitas pasar menjadi sepi,” ungkap salah satu pengelola pasar.
Meski demikian, para pedagang tetap berharap kondisi pasar kembali normal pada akhir pekan. Mereka optimistis Sabtu dan Minggu akan kembali ramai dikunjungi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.
Hingga berita ini ditulis, cuaca di wilayah Surabaya Barat masih terlihat mendung meski hujan telah reda. Sebagian warga menganggap hujan yang turun di hari Jumat ini sebagai berkah setelah cukup lama wilayah tersebut mengalami cuaca panas dan kering.









