Lebak, (Tabloidpilarpost.com) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, berlangsung aman, tertib dan lancar pada Selasa (19/05/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Desa Sukatani tersebut berlangsung kondusif sejak tahapan awal hingga proses penghitungan suara selesai dilaksanakan.
Panitia penyelenggara memastikan seluruh proses pemilihan berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi dalam mengikuti jalannya pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Sistem pemilihan dilakukan melalui perwakilan dari masing-masing kampung yang ada di Desa Sukatani.
Salah satu warga menyampaikan harapannya agar sosok kepala desa terpilih nantinya benar-benar mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.
“Kami berharap perwakilan dari tiap kampung bisa memilih pemimpin yang benar-benar amanah dan berpihak kepada masyarakat,” ujar salah seorang warga.
Di sela kegiatan, jurnalis Tabloid Pilar Post wilayah Banten, Arman, turut mewawancarai Kaswi (47), warga Kampung Mekarjaya, terkait harapannya terhadap kepemimpinan desa ke depan.
“Kami butuh pemimpin yang memiliki integritas dan benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat,” ungkap Kaswi.
Dalam kontestasi Pilkades PAW tersebut terdapat dua kandidat calon kepala desa, yakni hilman muljatim nomor, 1, ucep A.ma nomor, 2
Keduanya sebelumnya telah dinyatakan memenuhi syarat dan sah sebagai peserta pemilihan setelah melalui proses verifikasi administrasi oleh panitia.
Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, Hilman Multajim berhasil unggul dengan memperoleh 58 suara, sementara rivalnya Ucep, A.Ma memperoleh 42 suara.
Dengan hasil tersebut, panitia resmi menetapkan Hilman Multajim sebagai Kepala Desa PAW Desa Sukatani terpilih.
Panitia juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kondusivitas pasca pelaksanaan pemilihan.
Menurut panitia, kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa demi keberlangsungan pembangunan desa yang lebih baik ke depan.
![]()









