Surabaya, (Tabloidpilarpost.com), Suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 yang biasanya ramai dan penuh kebersamaan, kali ini terasa berbeda di lingkungan RT 07 RW 02 Tengger Raya, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya Barat. Banyaknya warga yang mudik ke kampung halaman membuat kawasan tersebut tampak sepi dan lengang.
Momen kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan tetap dirasakan, namun kondisi lingkungan yang ditinggal penghuninya menimbulkan kekhawatiran, khususnya terkait keamanan rumah-rumah warga yang kosong.
Kalinyamat selaku Kasi Keamanan setempat mengungkapkan bahwa sebagian besar warga berasal dari luar daerah dan memilih pulang kampung saat libur panjang Lebaran.
“Banyak warga yang mudik, sehingga kampung terlihat sepi. Kami khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga perlu adanya kebersamaan dan saling menjaga,” ujarnya.
Meski demikian, dirinya tetap menjalankan tugas bersama beberapa warga yang tidak mudik. Mereka bergotong royong menjaga lingkungan guna mencegah potensi tindak kriminal, seperti pencurian rumah kosong.
Dengan logat khas Jawa, ia menyampaikan kekhawatirannya, “Wonge podo muleh ning deso, omahe ora ono sing jogo, wedine ono maling,” yang berarti banyak warga pulang ke kampung halaman dan rumah tidak ada yang menjaga, sehingga dikhawatirkan terjadi pencurian.
Kalinyamat juga menekankan pentingnya meningkatkan rasa kepedulian antarwarga, terutama di tengah kondisi lingkungan yang sepi.
“Jangan sampai setelah pulang dari mudik, warga justru mendapati rumah dalam kondisi tidak aman. Karena itu, mari kita saling menjaga demi kerukunan dan keamanan bersama,” pungkasnya.
Dengan situasi tersebut, warga yang tidak mudik diharapkan dapat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, sehingga perayaan Idul Fitri tetap berlangsung aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.









