Banten,(tabloidpilarpost.com)– Forum Mahasiswa Banten untuk Indonesia (FORMABI) akan menggelar Diskusi Konsolidasi dan Teknis Lapangan (Teklap) Aksi sebagai respons kritis atas eskalasi bencana banjir yang terus melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025, pukul 19.30 WIB hingga selesai, bertempat di Saung FORMABI.
Diskusi tersebut mengangkat isu besar bertajuk “Hutan Hilang, Menteri Tenang: Banjir Sumatra sebagai Monumen Kegagalan Negara”. FORMABI menilai banjir yang berulang tidak lagi dapat dipandang sebagai bencana alam semata, melainkan sebagai dampak langsung dari kegagalan tata kelola negara dalam menjaga hutan dan lingkungan hidup, serta lemahnya keberpihakan kebijakan publik terhadap keselamatan rakyat.
Melalui forum ini, FORMABI mengundang seluruh elemen mahasiswa, pemuda, akademisi, aktivis lingkungan, dan masyarakat sipil untuk hadir dan berpartisipasi aktif. Diskusi diharapkan menjadi ruang refleksi kritis sekaligus konsolidasi gerakan rakyat dalam merespons krisis ekologis yang semakin nyata.
“Diskusi ini tidak berhenti pada tataran wacana. FORMABI ingin menjadikannya sebagai ruang konsolidasi strategis untuk menyusun sikap politik gerakan, merumuskan tuntutan, serta mematangkan langkah-langkah aksi kolektif yang terukur dan berdampak,” demikian disampaikan dalam undangan resmi kegiatan tersebut.
FORMABI menegaskan bahwa perampasan hutan dan kerusakan lingkungan telah mengorbankan rakyat, sementara negara dinilai abai dalam menjalankan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk kembali mengambil peran sebagai agen perubahan dan kontrol sosial.
Dengan kegiatan ini, FORMABI berharap terbangun kesadaran kolektif dan barisan gerakan yang solid dalam memperjuangkan keadilan ekologis serta keselamatan rakyat dari ancaman bencana yang terus berulang.
“Hutan dirampas, rakyat dikorbankan. Saatnya mahasiswa mengambil peran.”









